Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil
Dream - Salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil adalah jari-jari, baik tangan maupun kaki yang mati rasa. Biasanya hal tersebut muncul malam hari, jelang tidur. Belum lagi tangan tangan kram tiba-tiba serta kaku dan tak bisa digerakkan sam asekali.
Kondisi mati rasa atau sering kesemutan dan kaku ini dalam istilah medis dikenal dengan sebutan carpal tunnel syndrome (CTS). Hal tersebut bisa terjadi karena pembengkakan pada bagian saraf, tendon, atau bahkan keduanya dan membuat saraf median di sekitar leher akan tertekan. Akibatnya mati rasa, kaku dan kesemutan.
Pada ibu hamil, hal tersebut terjadi karena retensi (kelebihan) cairan yang umum terjadi pada masa prenatal. " Jika ada akumulasi cairan dan atau sesak di area karpal, saraf akan terjepit dan menimbulkan kekakuan," kata Angela Growse, seorang fisioterapis di Pusat Kesehatan Kelahiran Kembali di London, Ontario.
Kondisi CTS ini berpusat di saraf median yang letaknya ada sepanjang jalan leher. Tak heran kalau biasanya akan sering terjadi kekakuan di jar-jari tangan. Terutama ketika ukuran tubuh membesar.
" Seiring pertumbuhan janin, payudara akan semakin besar, semakin kencang, bahu pun makin melebar. Rasa kaku makin sering terjadi. Tapi tidak perlu panik, hal yang perlu dilakukan adalah melakukan banyak peregangan," ujar Growse.
Ia menyarankan untuk melakukan peregangan ringan untuk otot leher, bahu dan tangan secara teratur setiap pagi. Yoga dan olahraga ringan lainnya akan membantu mengurangi gejala. Kurangi juga konsumsi makanan dengan garam tinggi demi menurunkan risiko retensi cairan (kelebihan cairan dalam tubuh).
" Renang juga dianjurkan untuk ibu hamil agar mengurangi risiko carpal tunnel syndrome karena aktivitas mendorong air saat berenang akan membantu mengurangi penumpukan cairan di area tubuh tertentu," kata Growse.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya