Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wapres Jusuf Kalla Membuka Rakornas Zakat 2019 (Dream.co.id/Tri Yuniwati Lestari)
Dream - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong agar pengelolaan dana zakat dapat berjalan secara lebih terbuka. Ini agar masyarakat mengetahui bagaimana manfaat yang dihasilkan dari zakat.
" Yang perlu kita lakukan untuk menaikkan zakat itu adalah bagaimana terbuka dan diketahui manfaat dari zakat," ujar JK saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2019 di Surakarta, Jawa Tengah, Senin malam, 4 Maret 2019.
JK menyoroti rendahnya zakat yang terkumpul dan terdistribusikan di Indonesia. Menurut dia, ini terjadi lantaran jumlah muzakki (wajib zakat) masih sedikit, sementara jumlah mustahik (penerima zakat) cukup banyak.
Di Indonesia, kata JK, wajib zakat adalah orang-orang yang berpenghasilan di atas Rp5 juta. Sedangkan masyarakat Indonesia masih banyak yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta.
" Kita harus membantu UMKM kecil agar dapat menjadi muzakki," kata JK.
Tak hanya itu, JK juga mendorong Baznas untuk menjalin kerja sama dengan lembaga amil zakat luar negeri. Menurut dia, zakat tidak memiliki batasan wilayah.
" Zakat tidak punya batas negara, selama Islam, ya silakan," ucap dia.
Selanjutnya, JK mengatakan zakat adalah bagian dari salah satu pilar utama Islam. Sehingga, amalan yang tergolong ibadah pokok ini bersifat wajib.
" Apabila kita berbicara zakat, artinya kita berbicara tentang pilar utama agama kita, salah satu dari pilar rukun Islam, artinya ibadah, kalau tidak dilaksanakan hukumnya dosa," kata JK.
Lebih lanjut, JK bersyukur dengan capaian Baznas dalam pengumpulan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat. Mengutip laporan Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, JK mengatakan total dana zakat yang terkumpul mencapai Rp6,2 triliun sepanjang 2017.
" Untuk pencapaian penghimpunan zakat secara nasional selama 2018 masih dalam tahap perhitungan dan pelaporan, Baznas memprediksi target sebesar Rp8 triliun selama 2018 bisa tercapai," kata JK.
(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya