Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Presiden Joko Widodo meminta rencana vaksinasi Covid-19 disiapkan secara rinci agar dapat berjalan lancar. Dia memberi tenggat waktu dua pekan ke depan agar jajarannya dapat menyusun rencana tersebut.
" Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin direncanakan secara detail, seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.
Dalam rapat terbatas virtual hari ini, Jokowi meminta perencanaan vaksinasi harus diawali dengan membuat jadwal yang jelas. Jadwal itu di antaranya memuat siapa dari masyarakat yang akan mendapatkan suntikan pertama kali.
" Kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi, pelaksanaan di lapangan," kata Jokowi.
Diketahui, saat ini Indonesia sedang menjalankan uji klinis tahap III vaksin buatan Sinovac, perusahaan farmasi asal China. Setelah uji klinis berhasil, vaksin siap diproduksi besar-besaran di Indonesia.
Sebelumnya, Jokowi berharap uji klinis dapat selesai dalam enam bulan. Sehingga, vaksin dapat segera diproduksi dan disuntikkan ke masyarakat awal 2021.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan vaksin lokal yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Diprediksi uji vaksin ini selesai di pertengahan 2021
Riset dalam pengembangan Vaksin Merah Putih melibatkan banyak institusi. Seperti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Riset dan Teknologi, dan sejumlah universitas.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.
Dream - Nurhidayati, 30 tahun, telah mencurahkan tenaga sepenuhnya dalam penanganan Covid-19. Dengan keahliannya sebagai dokter, dia terjun langsung menangani pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.
Dia sadar betul tidak bisa menghindar dari potensi tertular Covid-19. Tetapi, dia tidak menyangka penyakit yang dia alami ternyata berdampak pula pada kehidupan sosialnya.
Meski sudah berjuang keras, Nurhidayati justru harus menghadapi stigma dari warga yang tinggal di sekitar rumahnya. Dia dikucilkan karena tertular Covid-19.
" Untuk tetangga jauh mereka benar-benar menjauh, mengucilkan sampai tidak ada orang yang lewat depan rumah saya," ujar Nurhidayati, dikutip dari Liputan6.com.
Nurhayati dinyatakan positif Covid-19 pada 18 April 2020 dari hasil tes usap (swab test). Gejala awal yang dia alami seperti meriang, hidung tersumbat, penciuman menurun, lemas, pusing, dan nyeri tenggorokan.
Nurhayati merupakan dokter umum yang bertugas di instalasi gawat darurat RSPI. Ketika RSPI menjadi rumah sakit rujukan, dia bertugas di ruangan isolasi pasien Covid-19.
Ketika ada informasi menyatakan Nurhayati positif Covid-19, orang-orang di lingkungannya justru khawatir. Mereka pun enggan lewat di depan rumah dokter muda itu.
Nurhayati pun meminta bantuan Ketua RT dan tetangga terdekat untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai penularan Covid-19.
" Saya memberikan informasi via WhatsApp dan telepon ke Bu RT untuk memberikan penjelasan kalau sudah ada jarak, beda rumah, tidak akan tertular," kata dia.
Nurhayati mengatakan peran pengurus RT sangat penting untuk menenangkan situasi. Juga mencegah stigma pada penderita Covid-19.
Dia juga mengatakan hanya melakukan perjalanan dari tempat kerja ke rumahnya di Bekasi Barat dan sebaliknya. Sehingga, dia yakin tertular Covid-19 di tempat kerja.
Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya