Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Jokowi Minta Rencana Vaksinasi Covid-19 Selesai Dalam 2 Pekan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 28 September 2020 17:01
Jokowi Minta Rencana Vaksinasi Covid-19 Selesai Dalam 2 Pekan
Jokowi menyatakan rencana tersebut harus detail agar bisa langsung diterapkan begitu vaksin tersedia.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta rencana vaksinasi Covid-19 disiapkan secara rinci agar dapat berjalan lancar. Dia memberi tenggat waktu dua pekan ke depan agar jajarannya dapat menyusun rencana tersebut.

" Saya minta untuk rencana vaksinasi, rencana suntikan vaksin direncanakan secara detail, seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam rapat terbatas virtual hari ini, Jokowi meminta perencanaan vaksinasi harus diawali dengan membuat jadwal yang jelas. Jadwal itu di antaranya memuat siapa dari masyarakat yang akan mendapatkan suntikan pertama kali.

" Kapan dimulai, lokasinya di mana, siapa yang melakukan, siapa yang divaksin pertama, semuanya harus terencana dengan baik sehingga saat vaksin ada itu tinggal langsung implementasi, pelaksanaan di lapangan," kata Jokowi.

 

1 dari 4 halaman

Tahap Uji Klinis

Diketahui, saat ini Indonesia sedang menjalankan uji klinis tahap III vaksin buatan Sinovac, perusahaan farmasi asal China. Setelah uji klinis berhasil, vaksin siap diproduksi besar-besaran di Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi berharap uji klinis dapat selesai dalam enam bulan. Sehingga, vaksin dapat segera diproduksi dan disuntikkan ke masyarakat awal 2021.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan vaksin lokal yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Diprediksi uji vaksin ini selesai di pertengahan 2021

Riset dalam pengembangan Vaksin Merah Putih melibatkan banyak institusi. Seperti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Riset dan Teknologi, dan sejumlah universitas.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

2 dari 4 halaman

Kisah Pedih Dokter RSPI: Kena Covid-19, Dikucilkan Tetangga

Dream - Nurhidayati, 30 tahun, telah mencurahkan tenaga sepenuhnya dalam penanganan Covid-19. Dengan keahliannya sebagai dokter, dia terjun langsung menangani pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.

Dia sadar betul tidak bisa menghindar dari potensi tertular Covid-19. Tetapi, dia tidak menyangka penyakit yang dia alami ternyata berdampak pula pada kehidupan sosialnya.

Meski sudah berjuang keras, Nurhidayati justru harus menghadapi stigma dari warga yang tinggal di sekitar rumahnya. Dia dikucilkan karena tertular Covid-19.

" Untuk tetangga jauh mereka benar-benar menjauh, mengucilkan sampai tidak ada orang yang lewat depan rumah saya," ujar Nurhidayati, dikutip dari Liputan6.com.

 

3 dari 4 halaman

Tangani Langsung Pasien Covid-19

Nurhayati dinyatakan positif Covid-19 pada 18 April 2020 dari hasil tes usap (swab test). Gejala awal yang dia alami seperti meriang, hidung tersumbat, penciuman menurun, lemas, pusing, dan nyeri tenggorokan.

Nurhayati merupakan dokter umum yang bertugas di instalasi gawat darurat RSPI. Ketika RSPI menjadi rumah sakit rujukan, dia bertugas di ruangan isolasi pasien Covid-19.

Ketika ada informasi menyatakan Nurhayati positif Covid-19, orang-orang di lingkungannya justru khawatir. Mereka pun enggan lewat di depan rumah dokter muda itu.

 

4 dari 4 halaman

Terus Mengedukasi Masyarakat

Nurhayati pun meminta bantuan Ketua RT dan tetangga terdekat untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai penularan Covid-19.

" Saya memberikan informasi via WhatsApp dan telepon ke Bu RT untuk memberikan penjelasan kalau sudah ada jarak, beda rumah, tidak akan tertular," kata dia.

Nurhayati mengatakan peran pengurus RT sangat penting untuk menenangkan situasi. Juga mencegah stigma pada penderita Covid-19.

Dia juga mengatakan hanya melakukan perjalanan dari tempat kerja ke rumahnya di Bekasi Barat dan sebaliknya. Sehingga, dia yakin tertular Covid-19 di tempat kerja.

Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika

Beri Komentar