Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Shutterstock
Dream - Pandemi virus Corona masih melanda Tanah Air dan semakin banyak menampilkan kisah yang mengiris hati. Terbaru dilaporkan empat bersaudara asal Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia diduga akibat tertular virus tersebut. Mereka satu per satu meninggal di hari yang berbeda.
Diketahui, empat bersaudara itu terinfeksi virus Corona setelah melakukan tour ke beberapa daerah pada Agustus 2020 lalu.
Sepulang tour, satu persatu anggota keluarga itu terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka kemudian dirawat di rumah sakit dan meninggal satu per satu.
Empat bersaudara yang meninggal yakni Hj Herlin (63), Hj Deti (63), Hj Nurce (57) dan Hj Herni yang biasa disapa Mimih.
Herlin meninggal pada Senin 14 September 2020, Deti meninggal pada Sabtu 19 September 2020 disusul Nurce pada Minggu 20 September 2020. Terakhir, Herni meninggal pada Jumat 25 September 2020.
Empat bersaudara meninggal pada bulan yang sama dan hanya berselang beberapa hari.
Kisah pilu itu diceritakan oleh keluarga Hj Herni, Shinta Resmita Kartikasari melalui Insta Story, Sabtu 26 September 2020.
“ Mimih adalah orang ke-4 yang meninggal dalam bulan ini, setelah sebelumnya tiga orang adiknya meninggal lebih dulu dengan terkonfirmasi kasus Covid-19,” tulis Shinta.
Shinta menceritakan musibah yang dialami keluarganya bermula pada 9 Agustus 2020.
Saat itu, keluarganya yang berjumlah 8 orang berangkat dari Tasikmalaya untuk tour ke Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan keliling Sumatera dan Aceh dengan melewati beberapa destinasi wisata.
Rombongan tour kembali dan tiba di Tasikmalaya Jawa Barat pada 3 September 2020.
“ Seminggu kemudian, satu per satuanggota rombongan merasakan sakit. Seminggu berikutnya satu-persatu dari mereka meninggal dunia dengan terkonfirmasi kasus Covid-19,” kata Shinta.
Sumber: Pojoksatu.id
Dream - Wabah Covid-19 belum juga berakhir. Kita jadi kesulitan dalam melakukan apapun.
Covid-19 termasuk salah satu bentuk dari bala yang bisa berakibat buruk pada manusia. Siapapun yang terkena sakit ini, dapat mengalami gangguan yang bisa menyebabkan kematian.
Covid-19 ada di sekitar kita dan menjadi ancaman bersama. Kita tidak bisa melawannya secara langsung melainkan dengan sejumlah langkah pencegahan.
Langkah tersebut bisa kita lakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Juga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan terutama pakai masker dan cuci tangan dengan sabun.
Selain itu, kita perlu mengimbanginya dengan membaca doa qunut nazilah. Di masa Rasulullah Muhammad SAW, qunut nazilah dibaca ketika berhadapan dengan situasi genting dan berbahaya, salah satunya wabah penyakit agar segera musnah.
Qunut nazilah dapat dibaca dalam sholat Subuh maupun Sholat Jumat. Insya Allah, wabah dapat segera menghilang atas izin Allah.

Allahummahdini fi man hadait, wa afini fi man ‘afait wa tawallani fi man tawallait, wa barikli fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik, wa innahu la yadzillu man walait, wa la yaizzu man adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakalhamdu ‘ala ma qadhait, astaghfiruka wa atubu ilaika. Allahummadfa' annal ghala’a wal waba’a wal fakhsya’a wal munkar was syuyufal mukhtalifata was syadaidal mihan, ma dzhara minha wa ma bathana, min baladina hadza khassah, wa min buldanil muslimina aammah, innaka ala kulli syai’in qadir, wa shallallahu ala sayyidina muhammadin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin
Artinya,
" Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya."
Sumber: Islami
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya