Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Nurhidayati, 30 tahun, telah mencurahkan tenaga sepenuhnya dalam penanganan Covid-19. Dengan keahliannya sebagai dokter, dia terjun langsung menangani pasien positif yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.
Dia sadar betul tidak bisa menghindar dari potensi tertular Covid-19. Tetapi, dia tidak menyangka penyakit yang dia alami ternyata berdampak pula pada kehidupan sosialnya.
Meski sudah berjuang keras, Nurhidayati justru harus menghadapi stigma dari warga yang tinggal di sekitar rumahnya. Dia dikucilkan karena tertular Covid-19.
" Untuk tetangga jauh mereka benar-benar menjauh, mengucilkan sampai tidak ada orang yang lewat depan rumah saya," ujar Nurhidayati, dikutip dari Liputan6.com.
Nurhayati dinyatakan positif Covid-19 pada 18 April 2020 dari hasil tes usap (swab test). Gejala awal yang dia alami seperti meriang, hidung tersumbat, penciuman menurun, lemas, pusing, dan nyeri tenggorokan.
Nurhayati merupakan dokter umum yang bertugas di instalasi gawat darurat RSPI. Ketika RSPI menjadi rumah sakit rujukan, dia bertugas di ruangan isolasi pasien Covid-19.
Ketika ada informasi menyatakan Nurhayati positif Covid-19, orang-orang di lingkungannya justru khawatir. Mereka pun enggan lewat di depan rumah dokter muda itu.
Nurhayati pun meminta bantuan Ketua RT dan tetangga terdekat untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai penularan Covid-19.
" Saya memberikan informasi via WhatsApp dan telepon ke Bu RT untuk memberikan penjelasan kalau sudah ada jarak, beda rumah, tidak akan tertular," kata dia.
Nurhayati mengatakan peran pengurus RT sangat penting untuk menenangkan situasi. Juga mencegah stigma pada penderita Covid-19.
Dia juga mengatakan hanya melakukan perjalanan dari tempat kerja ke rumahnya di Bekasi Barat dan sebaliknya. Sehingga, dia yakin tertular Covid-19 di tempat kerja.
Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya