Gejala Belum Pulih Setelah Negatif, Bisa Jadi Terkena Post Covid-19 Syndrome

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Kamis, 30 September 2021 16:13
Gejala Belum Pulih Setelah Negatif, Bisa Jadi Terkena Post Covid-19 Syndrome
Jangan terlambat menananginya, bisa-bisa gejala berisiko permanen

Dream - Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, kondisi kesehatan tidak selalu kembali seperti sebelum terinfeksi. Pada beberapa kasus, pasien yang dinyatakan sembuh masih mengalami beberapa gejala hingga berminggu-minggu.

Kondisi kesehatan setelah terinfeksi virus corona ini disebut Post Covid-19 Syndrome.

“ Post covid ini ditandai dengan gejala sisa yang belum selesai dalam waktu lama seperti batuk kering. Setelah dinyatakan negatif Covid-19, gejala ini bisa ada hingga 4 minggu,” jelas Wirawan Hambali, dokter RS Pondok Indah Group, September 2021.

RSPI© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Selain batuk kering, gejala lain yang paling sering dikeluhkan mereka yang baru sembuh dari Covid-19 adalah mudah lelah. Aktivitas kecil yang biasanya tidak membuat badan lelah menjadi cukup berat setelah terinfeksi Covid-19.

Selain itu gejala lainnya yang kerap muncul saat Post Covid-19 yaitu sesak napas, nyeri otot, nyeri sendi serta tulang, gangguan pencernaan, hingga belum pulihnya indra penciuman.

Wirawan Hambali menambahkan, jika gejala lebih dari 12 minggu maka kondisi ini masuk ke dalam kategori Long Post Covid-19. Dan ini harus segera ditangani oleh tim medis agar tidak semakin parah.

1 dari 3 halaman

Wanita dan Lansia Berisiko Terkena Post Covid-19

Shutterstock© Shutterstock

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena Post Covid-19 Syndrome.

“ Ada beberapa faktor risiko terjadinya Post Covid-19 yaitu jenis kelamin perempuan dan usia 50 tahun ke atas,” jelas Wirawan.

Alasan wanita lebih banyak mengalami Post Covid-19 belum diteliti lebih lanjut. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memeriksa berbagai aspek dengan beragam cara.

2 dari 3 halaman

Pemilik Komorbid Juga Berisiko

Shutterstock© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Selain itu, penyakit komorbid atau penyakit penyerta juga menjadi faktor risiko post covid-19 ini. Apalagi jika seseorang yang memiliki lebih dari dua penyakit penyerta.

" Misalnya seseorang menderita diabetes dan darah tinggi, setelah sembuh dari Covid-19 maka akan berisiko terkena Long Post Covid-19 Syndrom," tambah Wirawan.

Komorbid jamak ini menyebabkan penderita lebih rawan terinfeksi dan penangananya juga lebih kompleks.

3 dari 3 halaman

Penanganan Post Covid-19

Saat virus corona masuk ke dalam tubuh, biasanya akan berdampak ke paru-paru. Namun tidak menutup kemungkinan akan berdampak kepada ginjal, otak hingga pembuluh darah.

Penanganan yang paling krusial dalam covid-19 adalah deteksi dini dan kecepatan dalam pemeriksaan oleh tim medis.

RSPI© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

" Kalau tidak diperiksa sejak awal karena abai atau takut maka akan bahaya, karena jika pengobatan terlambat akan semakin parah bahkan bisa permanen," tambah Wirawan.

Beri Komentar