Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Di Kashgar, Xinjiang (Shutterstock.com)
Dream - Ribuan masjid di Xinjiang dilaporkan telah hancur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya tekanan otoritas China terhadap kelompok minoritas Muslim.
Fakta itu terkuak lewat proyek data ekspansif Insitute Kebijakan Strategis Australia (ISPA), yang menggunakan citra satelit dan laporan lapangan untuk memetakan pembangunan kamp tahanan yang berkelanjutan. Juga perusakan situs budaya dan agama di bagian utara.
Lembaga thinktank Australia itu menyatakan, klaim Pemerintah China menyatakan ada lebih dari 24 ribu masjid yang saat ini berdiri di Xinjiang dan berkomitmen untuk melindungi serta menghormati keyakinan, ternyata bertolak belakang dengan temuan itu.
Bahkan diperkirakan hanya ada 15 ribu masjid yang masih berdiri dengan lebih dari setengahnya rusak.
" Ini adalah angka terendah sejak Revolusi Kebudayaan, ketika yang tersisa kurang dari 3.000 masjid," demikian bunyi laporan tersebut.
Ditemukan dua per tiga masjid di kawasan tersebut yang terdampak, dan sekitar 50 persen situs budaya dilindungi dalam keadaan rusak atau dirusak. Termasuk pengrusakan total Ordam mazar, situs suci kuno yang dibangun pada abad ke-10.
Sejak 2017, diperkirakana sekitar 30 persen masjid dihancurkan, dan sekitar 30 persen lainnya rusak. Termasuk penghapusan fitur arsitektur seperti kubah dan menara.
Sementara sebagian besar situs tetap sebagai lahan kosong, yang lain diubah menjadi jalan dan tempat parkir mobil atau diubah untuk keperluan pertanian, kata laporan itu.
Beberapa diratakan dengan tanah dan dibangun kembali dengan ukuran lebih kecil dari sebelumnya. Termasuk Masjid Agung Kashgar, dibangun pada 1540 dan diberikan perlindungan bersejarah tingkat tertinggi kedua oleh otoritas Tiongkok.
Daerah yang menerima banyak wisatawan, termasuk ibu kota, Urumqi, dan kota Kashgar, berada di luar, dengan sedikit kerusakan yang tercatat. Tetapi ASPI mengatakan laporan dari pengunjung ke kota-kota menunjukkan mayoritas masjid digembok atau telah diubah penggunaannya menjadi yang lain.
ASPI membandingkan citra satelit baru-baru ini dengan koordinat yang tepat dari lebih dari 900 situs keagamaan terdaftar secara resmi, yang dicatat sebelum penumpasan tahun 2017.
Kemudian menggunakan metodologi berbasis sampel untuk membuat perkiraan yang kuat secara statistik dengan referensi silang dengan data sensus.
Sumber: The Guardian
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya