Pakai Dana SBSN, Pemerintah Bangun Kantor Layanan Haji dan Umroh di Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 28 September 2020 14:01
Pakai Dana SBSN, Pemerintah Bangun Kantor Layanan Haji dan Umroh di Saudi
Kantor ini akan menjadi sekretariat pelayanan haji dan umroh lintas kementerian.

Dream - Pemerintah akan membangun Kantor Layanan Haji dan Umroh di Arab Saudi. Pembangunan dijalankan dengan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

" Melalui dana SBSN yang dikelola Kementerian Keuangan, kita sedang berupaya mendirikan kantor di Arab Saudi yang saat ini sedang dalam proses," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar.

Menurut Nizar, kantor ini didirikan dengan tujuan agar pelayanan terhadap jemaah Indonesia selama di Saudi bisa maksimal. Kantor ini nantinya merupakan milik Negara Indonesia dan dimanfaatkan untuk tugas nasional kepengurusan haji.

" Sebagai tugas nasional, penyelenggaraan haji tidak hanya dilakuka oleh Kementerian Agama saja melainkan dilaksanakan dengan sinergisitas lintas kementerian," kata dia.

Karena tugas nasional, kata Nizar, maka dibutuhkan kantor sebagai sekretariat di Saudi. Sehingga memudahkan dalam koordinasi maupun pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.

(Sah,Sumber: Kemenag)

1 dari 3 halaman

Kemenag: Manasik Haji Dijalankan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Dream - Kementerian Agama menyiapkan pola manasik haji dengan mengadaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Pola ini dimaksudkan agar pembinaan haji dapat berjalan secara maksimal meski pandemi belum berakhir.

" Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 ini belum tahu kapan akan berakhir. Dalam kondisi seperti ini, Kemenag berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jemaah haji," ujar Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji Direktorat Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, Arsyad Hidayat.

Menurut Arsyad, adaptasi kebiasaan baru dalam manasik haji diterapkan dalam bentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ada tiga model PJJ yang sedang disiapkan Kemenag.

" PJJ secara offline, PJJ online, serta kombinasi keduanya," kata Arsyad.

 

2 dari 3 halaman

PJJ Offline

Untuk PJJ offline atau luar jaringan (luring), materi manasik haji disampaikan tidak menggunakan jaringan internet. Melainkan dengan melibatkan Lembaga Penyiara Publik (LPP).

" Pembelajaran manasik haji dalam model ini akan dilakukan melalui media televisi ataupun radio. Misalnya nanti melalui RRI atau TVRI yang merupakan lembaga penyiaran publik," kata dia.

Para calon jemaah akan mendapatkan semacam modul berisi materi manasik haji sebelum pembelajaran disiarkan. Para calon jemaah kemudian diminta mengikuti siaran pembelajaran manasik melalui radio atau televisi, lalu menjawab pertanyaan yang terdapat pada modul dengan menuliskannya di kolom jawaban.

" Kemudian pada hari yang yang ditentukan, hasil pekerjaan rumah jemaah akan diperiksa oleh pembimbing manasik," ucap Arsyad.

Untuk PJJ model pertama ini, Arsyad mengatakan Kanwil Kemenag provinsi maupun kabupaten/kota perlu menjalin kerja sama dengan LPP lokal. Sehingga memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan manasik haji.

 

3 dari 3 halaman

PJJ Online dan Kombinasi

Model kedua yaitu PJJ online atau dalam jaringan (daring). Model ini mengandalkan komunikasi dan interaksi bimbingan menggunakan jaringan internet.

" Model manasik ini telah dilakukan dengan menyampaikan materi melalui platform media sosial. Mulai dari Youtube, Twitter, WhatsApp, Telegram, Instagram hingga Zoom," kata dia.

Sedangkan untuk model ketiga merupakan kombinasi antara offline da online. Model ini mengintegrasikan pembelajaran tatap muka/offline dan yang menggunakan sumber belajar online.

Lebih lanjut, Arsyad berharap pembimbing manasik menyiapkan diri sebaik mungkin. Segala aspek pendukung harus disiapkan dan evaluasi untuk perbaikan selalu dilakukan.

" Perlu diingat, setiap manasik yang dilakukan tetap harus memperhatikan kondisi daerah setempat dan menerapkan protokol kesehatan," ucap dia.

Sumber: Kemenag.

Beri Komentar