Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Jokowi Soroti Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 4 Mei 2020 13:12
Jokowi Soroti Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit
Jokowi minta penerapan PSBB dijalankan secara ketat.

Dream - Presiden Joko Widodo meminta agar daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan penyebaran virus corona (Covid-19) memiliki target yang jelas dan terukur. Misalnya, berapa jumlah tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan.

" Setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur, ada targetnya. Misalnya, ada berapa jumlah pengujian sampel yang sudah dilakukan. Tes PCR yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin 4 Mei 2020.

Jokowi juga meminta agar isolasi kepada orang terkait virus corona dievaluasi. Dia melihat masih ada pasien positif Covid-19 bisa kabur dari rumah sakit.

" Kemudian apakah isolasi yang ketat juga sudah dilakukan? Yang PDP masih beraktivitas ke sana kemari," katanya.

" Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula yang memiliki riwayat penyakit, komorbid, sudah diproteksi betul," imbuh Jokowi.

Lebih lanjut, dia meminta agar PSBB dievaluasi dan diterapkan secara ketat dan efektif. Sehingga dapat mengurangi penyebaran virus Corona.

" Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB," jelas Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

1 dari 4 halaman

Peter Gontha Beber Jokowi Marah-marah Saat Ratas

Dream – Pengusaha Peter F Gontha mengungkapkan sisi lain dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Peter, Jokowi merupakan orang yang sangat tegas.

ikutip dari akun Instagramnya, @petergontha, Jumat 24 April 2020, dia menyebut pernah mengikuti rapat terbatas atau Ratas yang dipimpin oleh Jokowi.

Dia mengira, selama ini, mantan gubernur DKI Jakarta ini hanya terlihat pencitraan selama tampil di kamera dalam acara-acara tertentu.

Dikatakan Peter, Jokowi memimpin rapat terbatas melalui video conference call dan Peter mengikutinya di rumah seorang menteri.

“ Saya kaget melihat bagaimana Presiden memimpin rapat. Sangat tegas dan menurut saya bahkan terkesan ‘marah’. Tapi, bagaimana namanya orang Jawa, kalau marah masih terlihat santun,” tulis mantan Dubes RI untuk Polandia ini. 

Misalnya, kata dia, Jokowi bertanya dengan suara tinggi tentang detail angka, hasil rapat, dan meminta bawahannya untuk tidak mempolitisisasi suatu masalah.

“ Itu yang bansos apa sudah sampai di tangan yang berhak? Bagaimana cara kita tahu itu sampai pada yang berhak (kira-kira begitu). Kita sekarang berjuang melawan waktu, segera selesaikan semua, atasi birokrasi (kira kira gitu),” tulis Peter.

2 dari 4 halaman

Ikhlas

Peter menegaskan dirinya bukanlah “ orang Istana”. Namun, sebagai orang tua, dia senang Jokowi itu tegas.

Dia juga menegaskan tidak mencari muka di depan Jokowi atau bagaimana. Dikatakan bahwa mantan wal kota Solo ini bekerja dengan ikhlas.

“ Sebagai Warga yang sudah senior (tua) saya senang, bahwa Presiden itu tegas. Sekali lagi saya bukan orang istana, dan saya tidak mau mencari masa depan yang berlebihan. Juga saya tidak cari muka, atau mau apa2. Sudah banyak yang saya dapatkan, Kedudukan, Pekerjaaan, Duta Besar, Komisaris kiri kanan,” tulis Peter.

“ Maju terus Presiden Jokowi, saya mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri: Presiden ini memang betul2 ichlas bekerja untuk rakyatnya,” tambah dia. 

 

Unggahan Peter F. Gontha

3 dari 4 halaman

Menkes Terawan Didesak Mundur, Jokowi Buka Suara

Dream - Jokowi akhirnya buka suara dengan desakan yang meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mundur karena dinilai kinerjanya buruk dalam penanganan pandemi virus corona.

" Tidak ada yang sempurna di dunia ini, ada yang kecewa itu ya wajar, setiap keputusan itu ada risikonya," ujar Jokowi.

 

 

Tanggapan tersebut disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan Mata Najwa, Najwa Shihab. Najwa kemudian melanjutkan bertanya apakah Terawan layak mundur mengingat kinerjanya banyak disorot publik.

" Terawan sudah bekerja sangat keras," kata Jokowi.

4 dari 4 halaman

Tak Mau Grusa Grusu

Menkes Terawan sering dikritik oleh sejumlah elemen masyarakat sipil bahkan di kalangan pejabat, terutama ketika awal-awal penyebaran virus corona Covid-19 terjadi.

Kritikan itu salah satunya disampaikan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai Pemerintah lambat melakukn mitigasi virus corona.

" Kita tidak ingin membuat kebijakan itu dengan cara grusa-grusu (terburu-buru), ini yang mungkin dilihat publik lamban itu disitu," kata Jokowi.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menilai keputusan untuk tidak membuat publik panik juga merupakan keputusan yang diambil pemerintah.

" Membuat publik tenang itu sudah keputusan, membuat publik tidak panik itu sebuah keputusan," katanya.

Sumber: Pojoksatu

Beri Komentar