Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Anggota DPRD Maluku Tengah Mengamuk Dalam Rapat (Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mengamuk di dalam rapat bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Maluku Tengah. Anggota DPRD itu terekam kamera melempar benda ke arah kamera juga menggulingkan meja.
Peristiwa itu pun viral di media sosial dan disebarkan secara luas melalui Facebook dan WhatsApp. Video berdurasi 3 menit itu menampilkan sikap anggota DPRD yang diketahui bernama Sukri Wailissa sedang marah dan menggulingkan beberapa meja dalam rapat.
Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Kace Haurisa dan dihadiri oleh Sekda Malteng serta sejumlah pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait.
Sukri dalam video yang diunggah akun Instagram @makassar_info itu mengaku kesal, dengan kebijakan yang ditempuh Pemkab Malteng dalam menangani berbagai masalah dan Covid-19 di daerah ini.
" Dalam kondisi ini eksekutif dong seng (mereka tidak) ikhlas lihat daerah ini. Saudara Bupati tidak ikhlas dalam melihat masalah ini. Kalau saudara Bupati ikhlas pasti tidak mungkin langkah yang dilakukan seperti ini. Hari ini kita sudah melakukan pertemuan seperti ini sebanyak tiga kali. Tapi apa hasil dari pertemuan-pertemuan itu? Buang-buang energi," teriak Sukri dengan nada tinggi dalam rapat tersebut.
Lantaran tidak bisa mengendalikan emosi, suasana rapat yang dipimpin Kace Haurisa mendadak menjadi ricuh. Sukri kemudian berdiri dan menjatuhkan sejumlah dokumen serta membanting dua buah meja di depannya.
" Katong (kita) datang ke sini katong tahu regulasi, katong panggil gugus ke sini bukan untuk katong bicara main-main, tapi bagaimana katong mencari solusi dan menjawab apa yang menjadi harapan bagi masyarakat pimpinan," tuturnya.
Sukri juga mengeluhkan banyaknya masyarakat yang meminta sentuhan dari pemerintah dan meminta pimpinan DPRD Maluku Tengah, agar bisa menghadirkan Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua dalam rapat-rapat pembahasan Covid-19.
" Lembaga ini tidak dihiraukan sama sekali pimpinan. Tiga kali katong lakukan pertemuan tapi hasilnya apa? Katong juga capek pimpinan. Tiap saat katong dihubungi oleh masyarakat. Hanphone terus bunyi ditelepon dan di-SMS, jadi tolong pimpinan buka mata dan buka hati," gelegar Sukri penuh amarah.
Sukri mengaku sikap yang dilakukan dia dalam rapat itu karena kesal. Ia juga meminta agar rapat seperti itu tidak lagi digelar jika tidak membuahkan hasil.
Lihat postingan ini di Instagram
Dream – Belum lama ini, viral di media sosial warga di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berdemo di depan masjid. Mereka menuntut masjid tetap dibuka untuk tarawih dan solat Jumat selama Ramadhan kali ini.
Padahal, saat ini, sedang terjadi pandemi corona.
Dikutip dari akun Instagram @instalombok_, Jumat 1 Mei 2020, kejadian tersebut berlangsung di Bengkel, Labuapi, Lombok Barat.
“ Min ini di Bengkel, Labuapi, Lobar baru saja terjadi demo krna di Masjid tadi diumumin Jumatan, Terawih dirumah krna positif korona makin bertambah,” tulis @instalombok_.
Beberapa menit kemudian, warga tetap berbondong-bondong ke masjid dan berdemo agar tarawih dan solat Jumat tetap diadakan. Dalam video tersebut, warga menyerukan agar masjid tetap dibuka. “ Buka, Buka,” seru mereka.

Aksi warga Bengkel ini membuat warganet malu. Mereka menyayangkan sikap para warga yang mendesak masjid tetap mengadakan solat Jumat dan tarawih.
“ Mereka yang demo, kok, saya yang malu, ya :)) miris banget,” tulis @hatiiimmmmm.
“ Sok paling alim melebihi ulama. Maaf, yang demo tiap hari pergi ke masjid untuk tarawih?” tulis @hendri_yadhi.
“ Yakkk.. Mari kita tunggu bertambahnya PDP daerah sana dan sekitarnya. Jangan harap mau cepat selesai kalau gitu caranya,” tulis @albiva88.
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya