Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mengetahui Kadar Oksigen Dalam Darah Penting Bagi Pasien Covid-19. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kurangnya oksigen dapat menimbulkan kerusakan tubuh. Hal tersebut bisa berbahaya bahkan mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kadar oksigen dalam tubuh, terutama bagi seseorang yang menderita penyakit seperti asma, sakit jantung, atau penderita Covid-19.
Selain melalui analisa gas darah (AGD) untuk mengukur kadar oksigen dalam darah, saat ini terdapat alat yang cukup praktis bahkan bisa dibawa ke rumah.
Alat ini bernama pulse oximetry, yang dapat mengukur jumlah sel darah merah yang bertugas untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dengan cara memancarkan sinar inframerah ke kapiler di jari tangan.
Dengan bentuknya yang menyerupai klip, alat ini mudah digunakan hanya dengan cara dijepitkan di jari tangan.
Nantinya informasi hasil pengukuran kadar oksigen dalam darah tersebut dapat dilihat pada layar monitor kecil alat tersebut.
Pada layar oximeter ini, terdapat dua angka dengan arti yang berbeda. Informasi saturasi oksigen dalam darah ditandai dengan SpO2, sedangkan jumlah denyut nadi atau detak jantung ditandai dengan huruf HR (heart rate).
Tingkat saturasi oksigen yang normal adalah antara 95 hingga 100 persen. Namun, jika nilai saturasi oksigennya kurang dari 92 persen, maka harus segera mendapatkan penanganan dari dokter.
Rendahnya kadar oksigen dalam darah ini bisa disebabkan berbagai hal kurangnya menghirup cukup oksigen di udara, sehingga darah tidak mampu bersirkulasi dengan baik.
Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menggunakan alat bantu pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen tambahan.
Penggunaan alat bantu pernapasan membantu mengatasi kondisi tersebut dan mengurangi risiko untuk mengalami komplikasi.
Meskipun begitu, cara ini hanya boleh dilakukan sesuai dengan anjuran dokter.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya