Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Kampung Sumbulan (Foto: Merdeka.com/YouTube Purbo Sasongko)
Dream - Perkampungan biasanya selalu ramai oleh penduduk. Namun tidak dengan kampung di Ponorogo, Jawa Timur, berikut ini. Permukiman itu sangat sunyi hingga dijuluki kampung 'mati'.
Kampung 'mati' tersebut diketahui bernama Sumbulan, tepatnya berada di desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kampung tersebut sangat terpencil, di tengah hamparan sawah.
Menurut penjelasan salam video yang diunggah akun Youtube Purbo Sasongko, kampung tidak berpenduduk ini terletak di sebelah sungai yang amat curam.
" Terletak persawahan tepi sebuah sungai curam yang berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo," jelas Purbo.

Kampung ini dikatakan mati lantaran sudah berada dalam kondisi terisolir atau ditinggalkan oleh seluruh penghuninya. Kini Sumbulan benar-benar mati tanpa satu pun orang pun penghuni.
Sehingga jika didatangi, kampung ini sama sekali tak memiliki tanda-tanda kehidupan.
Sebelum menjadi sunyi tanpa penduduk, dulu kampung Sumbulan merupakan pemukiman ramai. Konon banyak sekali santri-santri yang belajar mengaji pada Kiai Ali Murtado yang sebenarnya merupakan pendiri kampung tersebut.
Dikisahkan, Ali Murtado sebenarnya merupakan seorang penderek sinuwun dari Pakubuwono II yang terpaksa mengungsi ke Ponorogo lantaran geger pecinan. Kemudian ia menikah dan membuat sebuah kampung dinamai Sumbulan sesuai dengan nama tempat asalnya, yakni kampung Sumbulan Surakarta.

Menilik lebih dalam, ternyata di belakang kampung Sumbulan terdapat sebuah kompleks permakaman. Jika dilihat dari nisan-nisan yang terbuat dari kayu jati, maka bisa disimpulkan bahwa makam tersebut usianya sudah sangat tua.
Sedangkan jika menengok ke arah selatan, maka akan disuguhkan oleh pemandangan sebuah sungai yang amat curam dengan pepohonan menjulang tinggi.

Di kampung mati tersebut juga tampak sebuah masjid yang berdiri kokoh. Masjid dengan balutan cat warna putih terlihat masih sangat bersih hingga saat ini.
" Yang tampak bersih tinggal sebuah masjid yang tampak masih sering digunakan. Hal ini terlihat dari lantai masjid yang tampak bersih. Bisa jadi masjid ini masih digunakan oleh penduduk di sebelah selatan kampung Sumbulan yang mana terpisahkan oleh aliran sungai curam," jelas Purbo dalam video.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam