5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Sebanyak 21 Satwa Dilindungi Tersebut Ditemukan Anggota Polisi Di Geladak KM Tidar Jurusan Papua-Jakarta Ketika Sandar Di Pelabuhan Gapura Surya, Tanjung Perak, Surabaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Dream - Tindakan keji penyelundup burung kakatua terendus media asing. Aksi yang terungkap di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini dianggap mengejutkan.
Dalam aksinya, para penyelundup secara keji memasukan burung langka tersebut ke dalam botol air minum. Tercatat ada 24 botol berisi burung kakatua hidup yang akan diselundupkan.
Disebutkan populasi kakatua saat ini berjumlah 7.000 ekor dan bisa dijual di pasar gelap hingga 650 pound sterling atau Rp 12,85 juta.
Mengutip laman Metro.co.uk, Kamis, 7 Mei 2015, tim penyelamat memutuskan melepas burung tersebut setelah merobek botol air minum. Sebelumnya, burung kakatua itu diperiksa kesehatannya.

Burung kakatua dengan jambul kuning telah terdaftar sebagai hewan yang dilindungi menurut International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources sejak 2007.
Setiap tahun, lebih dari 10 ribu burung beo ditangkap di Indonesia berusaha untuk diselundupkan. Ironisnya, 40 persen di antaranya mati dalam perjalanan ketika akan diselundupkan.
Sementara itu, laman CNN menyebutkan metode penyelundupan burung menggunakan botol air minum sudah lama menjadi cara penyelundup menghantarkan barangnya.
Richard Timas, Global Communicationn Coordinator dari Traffic International mengatakan aksi ini menunjukkan masih banyaknya orang yang berupaya menyelundupan burung langka.
Burung merupakan salah satu barang selundupan yang paling banyak terdampak perdagangan ilegal tersebut.
Penyelundupan burung khususnya jenis kakatua memang cukup banyak terjadi di Asia Tenggara dan Eropa. Burung-burung ini dijual kepada para kolektor atau peternak.
Para pembeli umumnya jarang memesan burung tersebut untuk dikonsumsi. Beberapa negara bahkan menggunakan bagian dari organ burung untuk bahan obat.
Laman Dailymail, menyebut aksi para penyelundup ini sebagai aksi yang tak berperasaan. Padahal burung tersebut termasuk salah satu yang terancam punah.
Sejumlah media barat seperti thetelegraph, The Independent, The Strait Times, dan ABC Online juga ikut memberitakan aksi keji para penyelundup burung tersebut.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya