Kalau Ada Presiden, Menteri Cuma Boleh Kasih Sambutan 7 Menit

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 18 Januari 2017 06:44
Kalau Ada Presiden, Menteri Cuma Boleh Kasih Sambutan 7 Menit
Anjuran batas waktu bicara ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Kabinet.

Dream - Para menteri sebaiknya mulai berhemat memberikan sambutan saat kegiatan yang dihadiri presiden. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, mengimbau para menteri dan pimpinan lembaga hanya memberikan kata sambutan tak boleh lebih dari 7 menit.

Anjuran itu disampaikan Pramono dalam Surat Edaran (SE) bernomor B-750/Seskab/Polhukam/12/2016 tertanggal 23 Desember 2016 perihal Ketentuan Sambutan Menteri/Pimpinan Lembaga pada Kegiatan yang Dihadiri oleh Presiden.

Surat edaran ini mengatur tentang durasi sambutan para Menteri/Pimpinan Lembaga pada kegiatan yang dihadiri oleh Presiden.

“ Presiden kita ini, Presiden yang selalu tidak mau bertele-tele, langsung pada substansinya, pada inti persoalan,” jelas Pramono sebelum mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 17 Januari 2016.

Dalam aturan tersebut, Seskab meminta Menteri/Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian/Jaksa Agung/Panglima TNI/Kapolri dalam menyiapkan dan menyampaikan sambutan pada suatu kegiatan yang dihadiri Presiden, perlu memperhatikan agar materi sambutan langsung memaparkan dan terbatas pada isu pokok kegiatan dimaksud.

Sementara butir kedua menyebutkan batas penyampaian sambutan paling lama para menteri dan pimpinan lembaga maksimal tujuh menit.

“ Kalau acara yang menghadirkan Presiden, seyogyanya para Menteri/Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, K/L dan siapapun itu melaporkan apa yang kemudian perlu dilakukan,” ungkap Seskab.

Seskab Pramono Anung juga mengingatkan, sambutan seharusnya tidak dipakai untuk berorasi atau berpidato yang cukup panjang di depan Presiden. “ Itu tidak layak,” pungkasnya.(Sah)

Beri Komentar