Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Agama (Kemenag) menjadwalkan sidang isbat Syawal 1439 Hijriah pada Kamis, 14 Juni 2018. Sidang ini diagendakan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
"Sidang isbat awal Syawal akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Juni 2018 di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Juraidi, di laman kemenag.go.id, Rabu, 6 Juni 2018.
Juraidi mengatakan sidang isbat merupakan wujud kebersamaan antara pemerintah dengan ormas Islam dan istansi terkait dalam penetapan awal bulan qamariyah. "Terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah," ucap dia.
Seperti tahun sebelumnya, rangkaian sidang Isbat diawali pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data tim hisab rukyat Kemenag. Data hisab menunjukkan ijtima` menjelang Syawal 1438 Hijriah terjadi pada Kamis, 14 Juni 2018 pukul 02.43 WIB dengan ketinggian hilal berkisar antara 6 derajat 4 detik hingga 7 derajat 34 detik.
“Rukyatul hilal akan dilaksanakan pada Kamis sore,” kata dia.
Selepas Magrib, lanjut Juraidi, Lukman akan memimpin sidang isbat secara tertutup. Dalam sidang tersebut, Direktur Urais dan Binsyar akan melaporkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan di 95 titik lokasi di seluruh Indonesia.
“Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal,” ucap dia.
Hasil sidang disampaikan melalui konferensi pers.
Sidang isbat dijadwalkan dihadiri duta besar negara sahabat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), serta pakar falak dari ormas-ormas Islam.
(Beq)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
