Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif
Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Ilustrasi (islammircals.blogspot.com)
Dream - Dulu, kapal laut sempat menjadi andalan bagi rakyat Indonesia untuk berangkat haji ke Tanah Suci. Kaum Muslim Nusantara rela terapung di samudera selama berminggu-minggu, bahkan sampai sebulan, menuju Arab Saudi.
Tak jarang pula ada calon jemaah haji yang wafat di atas kapal, sebelum sampai ke Tanah Suci. Dan biasanya, waktu di atas kapal ini banyak dimanfaatkan kepala rombongan untuk memberi atau mematangkan manasik haji.
Namun, pengalaman ini tak dirasakan oleh jemaah haji setelah tahun 1979. Sebab, kapal-kapal pengangkut calon jemaah haji dari Indonesia terakhir kali beroperasi pada tahun itu.
Sebenarnya, kapal laut yang menajadi moda pengangkut calon jemaah haji sejak zaman Belanda itu masih berjaya hingga era 1960-an. Meskipun pesawat pengangkut jemaah haji sudah beroperasi sejak 1952.
Calon jemaah haji kala itu masih memilih kapal laut karena tarifnya jauh lebih murah. Sehingga, sebagian masih calon jemaah masih menjatuhkan pilihan ke kapal laut. Membelah samudera menuju Tanah Suci.
© Dream
Pada 1952, perbandingan ongkos naik kapal hanya separuh dari biaya naik pesawat. Menurut laman Harian Pelita, harga naik pesawat ke Tanah Suci kala itu mencapai Rp 16.691, sementara kapal laut hanya Rp 7.500. Saat itu, hanya 293 jemaah yang naik pesawat, sedangkan kapal laut ada 14.031 orang.
Pada 1964, satu-satunya perusahaan yang mengoperasikan kapal-kapal pengangkut jemaah haji dari Indonesia adalah PT Arafat. Mereka mengerahkan sejumlah kapal, antara lain KM Gunung Jati, Tjuk Nyak Dien, Pasifik Abeto, dan lain-lain.
Kapal-kapal tersebut dapat membawa penumpang dari Indonesia ke Timur Tengah kurang lebih satu bulan. Biaya haji dengan kapal laut kala itu sebesar Rp 400.000. Tarif itu hanya seperempat ongkos naik pesawat yang besarnya mencapai Rp 1.400.000.
© Dream
Memasuki dekade 1970an, pamor kapal laut mulai pudar. Pengiriman jemaah haji melalui pesawat terbang mulai mendominasi. Ini disebabkan biaya antara pesawat dengan kapal laut menjadi tak jauh beda.
Pada tahun 1974 misalnya, biaya haji udara Rp 560.000, sedangkan haji laut Rp 556.000. Jamaah udara kala itu mencapai 53.752 orang, sedangkan yang pakai kapal laut hanya 15.396 jemaah.
© Dream
Nasib haji laut terhenti pada tahun 1979, ketika PT Arafat dinyatakan pailit lewat SK Menteri Perhubungan No SK-72/OT.001/Phb-79. Keputusan ini diambil karena PT Arafat tidak mampu mengurusi haji laut lagi.
Apalagi saat itu biaya haji laut lebih mahal daripada haji udara. Tahun 1978 misalnya, biaya haji udara hanya Rp 766.000, sementara biaya kapal laut mencapai Rp 905.000. Jalur laut tak rasional dari segi efisiensi, baik waktu maupun biaya.
Sumber: Kementerian Agama
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya

Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa