Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono Makan Bersama Tahanan (Foto: SulselEkspres)
Dream - Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Umar Septono, kembali mendapat sorotan. Sebab, aksi Umar terbilang tak biasa.
Perwira bintang dua itu makan bersama para tahanan di balik jeruji besi. Tak hanya makan bersama, Umar juga memberikan petuah kepada para tahanan.
Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani, peristiwa itu terjadi pada Senin, 26 Februari 2018. “ Kapolda Sulsel silaturahmi ke ruang tahanan Polda Sulsel," kata Dicky dikutip SulselEkspres.
Dalam pertemuan itu, kata Dicky, Umar berpesan kepada para tahanan untuk kuat menghadapi cobaan. Umar juga berpesan agar, " Mereka kembali menjadi manusia yang benar."
Aksi unik Umar bukan kali pertama ini terjadi. Dua tahun lalu, Umar sempat menunjukkan aksi hormat kepada tukang sapu saat apel pagi. “ Seorang tukang sapu bisa jadi lebih mulia,” ucap dia.
© Umar saat bersanding dengan tukang sapu
Dream - Senin, 29 Juni 2015 menjadi hari yang tidak biasa bagi seluruh jajaran anggota Polda NTB. Di hari itu, seorang tukang sapu bisa berdiri di hadapan ribuan anggota polisi, sejajar dengan Kapolda Nusa Tenggara Barat NTB pada apel pagi.
Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono sengaja menghadirkan tukang sapu pada apel pagi itu. Dia ingin mengingatkan kepada seluruh anggotanya tentang pentingnya menghargai mereka yang berprofesi lebih rendah.
Umar ingin menunjukkan bagaimana kisah keteladan itu datang. Tidak melulu dari orang-orang besar, keteladanan bisa hadir dari orang-orang kecil.
" Di mana dunia, tukang sapu mungkin adalah strata terendah, tapi di mata Tuhan beliau ini lebih tinggi dari saya, bahan mungkin dari kalian semua," ujar Umar di hadapan seluruh anggotanya.
Umar mengatakan, tukang sapu tersebut sudah mengabdi sejak lama di lingkungan Mapolda NTB. Berpendapatan Rp500 ribu perbulan dan bekerja sejak pukul 04.30 WITA, tukang sapu tersebut begitu ikhlas meski banyak anggota polisi yang membuang sampah.
" Apa kita tidak malu seperti itu? Bahkan kita telah menzolimi beliau," kata dia.
Lebih lanjut, Umar mengingatkan tugas yang diemban oleh setiap polisi merupakan titipan Tuhan. Sejatinya, melalui tugas tersebut dia berpesan kepada anggotanya agar menjalankan pekerjaan sebagai bentuk ibadah.
© Umar Septono menggali kubur
Dream - Kewajiban seorang Muslim kepada Muslim yang lain adalah mengurus jenazah yang meninggal. Bahkan sampai ke liang lahat.
Kewajiban tersebut dipahami betul oleh Irjen Umar Septono. Pangkatnya sebagai jenderal bintang dua tak menghalanginya untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Kapolda Sulawesi Selatan ini turun tangan langsung mengurus proses pemakaman bahkan sampai ikut menggali makam. Sang jenazah bukan orang berpangkat. Dia hanya seorang staf PNS di lingkungan yang dia pimpin.
" Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs Umar Septono, S.H., M.H. ikut menggali kuburan di TPU Sudiang untuk pemakaman staf PNS Polda yang meninggal dunia," tulis pengelola akun Facebook Sabhara Polrestakalar, diakses pada Jumat, 29 Desember 2017.
© Dream
Umar mengatakan sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai sesama Muslim untuk mengurus jenazah saudaranya.
" Pak Kapolda tidak peduli dengan pakaiannya kotor karena menggali kuburan," tulis admin.
Dalam sebuah foto, Umar terlihat memegang sekop dan mengangkat tanah makam. Sementara di foto lain, Umar turut mengangkat tandu jenazah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun