Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi Pandemi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Perkembangan kasus Covid-19 yang dapat terkendali paska meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur lebaran Idul Fitri 2022 berpeluang menjadi titik awal Indonesia memasuki tahap endemi.
Keyakinan tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat membeberkan perkembangan terkini kasus Covid-19.
" Bisa dikatakan Indonesia mulai transisi menuju fase endemi, hal ini cermin daripada mulai menurunnya besaran efek dari perilaku sosial ekonomi masyarakat," ujar Wiku dalam jumpa pers virtual, dikutip dari Liputan6.com pada Rabu, 11 Mei 2022.
Hingga minggu pertama pasca libur lebaran, Satgas Covid-19 tak mendapat laporan adanya kenaikan kasus di beberapa provinsi yang menjadi tujuan mudik. Namun Wiku tetap menyarankan protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Seperti halnya pemberlakuan PPKM yang secara fakta mampu melandaikan dan mempertahankan kasus.
" Pengendalian serta pengawasan akan tetap dijalankan dengan bentuk yang harus disesuaikan dengan kondisi terkini PPKM masih tetap diberlakukan yang secara fakta mampu melandaikan dan mempertahankan kasus," kata Wiku.
Lebih lanjut, Wiku membeberkan pada Minggu pertama pasca libur lebaran, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami perkembangan yang bervariasi. Dia menyebut, kasus positif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan.
" Penambahan kasus positif pada tujuh hari terakhir tertinggi di DKI Jakarta, yaitu 519 kasus dan terendah di Sumatera Barat dengan penambahan sebanyak enam kasus," kata Wiku.
Sebaliknya presentase kesembuhan di seluruh provinsi mengalami kenaikan. Per tanggal 9 Mei 2022, dilaporkan angka kesembuhan mencapai lebih dari 90 persen.
" Presentase kesembuhan tertinggi yaitu DKI Jakarta sebanyak 98,7 persen, Jabar 98,4 persen, dan Sumut 97,8 persen," lanjut Wiku.
Sementara itu, kasus kematian mingguan di seluruh provinsi juga mengalami penurunan. Namun Jawa Tengah mengalami kenaikan meski tidak siginifikan.
" Penambahan kasus kematian tertinggi yakni di Jateng, yaitu 63 kasus, dan penambahan terendah yakni di Sumbar yaitu 0 kasus," kata dia.
Untuk kasus aktif Mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan. Wiku menginformasikan pertanggal 8 Mei 2022 penambahan kasus tertinggi ada di Jawa Barat yaitu 1.598 kasus dan terendah di Sumatera Barat 92 kasus.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa