Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siswa Korban Keracunan MBG/ Foto: Instagram @cucunsyamsurijal
DREAM.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis terus mendapat desakan untuk segera dievaluasi karena kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah. Kasus keracunan yang jumlah korbannya cukup besar terjadi di Cipongkor, Bandung Barat pada 22 September lalu dengan korban mencapai 1.300 orang.

Kondisi tersebut tentu saja sangat membahayakan bagi anak-anak. Hal tersebut membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) angkat bicara. Lewat akun Instagramnya resminya @idai_ig, mereka membuat surat terbuka untuk pemerintah.
Ada lima poin yang disoroti oleh IDAI. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar kejadian keracunan tidak lagi berulang karena kesehatan dan nyawa anak-anak penerus bangsa jadi taruhannya,

1. Keselamatan Anak dan Kelompok Rentan
Anak, balita, dan ibu hamil merupakan kelompok rentan yang harus dilindungi dari risiko keracunan makanan.
2. Keamanan Pangan
Prosedur penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan wajib sesuai standar keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi.
3. Kualitas dan Keseimbangan Menu
Menu MBG harus bergizi seimbang dan disusun oleh ahli gizi anak dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi.
4. Pengawasan
Pengawasan diperketat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta seluruh kelengkapannya harus tersertifikasi, dimonitor, dan dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
5. Mitigasi dan Layanan Aduan
Perlu disiapkan prosedur mitigasi kasus ķeracunan melibatkan pemerintah, sekolah, dokter spesialis anak, tenaga kesehatan dan masyarakat. Pemberdayaan layanan aduan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang ada.
“ Anak-anak adalah prioritas utama. Mari pastikan makanan yang diberikan aman, bergizi, dan berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” pesan IDAI dalam Instagramnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya