Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© 2025 Indonesia’s Horse Racing (IHR) Cup II 2025
DREAM.CO.ID — Kota yang dikenal dengan tradisi pacuan kudanya ini tengah bersiap menggelar ajang besar: Indonesia’s Horse Racing (IHR) Cup II 2025. Lomba pacuan kuda bergengsi itu akan berlangsung Minggu, 28 September 2025, di Gelanggang Pacuan Kuda Kubu Gadang, salah satu arena tertua di Sumatera Barat.
Sebanyak 67 kuda siap bertarung dalam 13 kelas berbeda, memperebutkan hadiah total Rp425 juta. Tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya seri IHR diadakan di luar Jawa, setelah sebelumnya rutin digelar di Semarang, Yogyakarta, dan Pangandaran.
Bagi masyarakat Minangkabau, pacuan kuda bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari identitas budaya yang diwariskan sejak masa kolonial Belanda. Hal itu pula yang membuat penyelenggara memilih Payakumbuh sebagai tuan rumah.
“ SARGA.CO memiliki komitmen untuk mengembangkan pacuan kuda di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jawa. Sumatera Barat punya tradisi kuat yang patut diangkat, dan kami ingin menjadikannya bagian dari kebanggaan nasional,” ujar Aseanto Oudang, Co-Founder & CEO SARGA.CO.
Ajang ini mempertemukan kuda dan joki terbaik dari berbagai daerah, mulai dari Batu Sangkar, Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Solok. Tidak hanya dari Sumatera Barat, peserta juga datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
IHR Cup II 2025 mempertandingkan 10 kelas pacuan kuda, termasuk kelas Extra 600 Meter, 3 Tahun Calon Derby, hingga 4 Tahun A/B 1.600 Meter. Sementara itu, tiga kelas lain menampilkan draf bogie atau pacuan kereta kuda tradisional khas Minangkabau dengan jarak hingga 3.200 meter.
Salah satu yang paling ditunggu adalah penampilan Romantic Spartan, kuda andalan asal Padang Panjang yang pernah meraih podium ketiga di Indonesia Derby 2025. Ia akan berlaga di kelas 4 Tahun A/B 1.600 M, membawa reputasi sekaligus harapan masyarakat Sumbar.
Selain itu, penonton juga akan disuguhkan atraksi panahan berkuda dari atlet lokal, menambah semarak suasana kompetisi.
Sehari sebelum balapan, tepatnya Sabtu, 27 September 2025, publik bisa menikmati Sarga Festival di Lapangan Universitas Andalas Kampus 2, Payakumbuh. Konser musik bertema pesta rakyat ini akan menghadirkan musisi nasional dan lokal seperti Idgitaf, Banda Neira, DJ Damonok, Ratu Sikumbang, Fauzana, dan Jaguank.
“ Festival ini adalah strategi untuk mendekatkan olahraga pacuan kuda dengan generasi muda. Harapannya, mereka yang datang untuk musik akan ikut tertarik menonton pacuan esok harinya,” kata Kevin Jonathan, VP Marketing & Operation SARGA.CO.
Untuk menonton langsung pacuan, panitia menyediakan tiga pilihan area: tribun seharga Rp50.000, regular Rp10.000, dan free area tanpa tiket. Sementara tiket konser dibanderol mulai Rp35.000 setelah kuota early bird Rp20.000 ludes terjual. Semua tiket tersedia secara online di sargatiket.com dan addtix.id, serta offline di lokasi acara.
Event ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Arsari Tambang, Le Minerale, Pertamina, Semen Indonesia Group, dan Semen Padang. Bagi yang tak bisa hadir langsung, pertandingan dapat disaksikan melalui Metro TV dan platform Vision+.
Dengan kombinasi budaya lokal, kompetisi profesional, dan hiburan rakyat, Payakumbuh siap menjadi pusat perhatian pecinta pacuan kuda akhir pekan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya