Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pramugari S9shutterstock.com)
Dream - Tepat 11 September 20 tahun silam, terjadi serangan ke gedung World Trade Center, Amerika Serikat. Pemerintah Paman Sam menuding jaringan Alqaeda menjadi dalang pembajakan empat pesawat untuk menyerang fasilitas strategis mereka.
Dua pesawat dibajak dan ditabrakkan ke gedung World Trade Center, New York. Gedung kembar itu runtuh dalam waktu dua jam usai ditabrak pesawat.
Satu pesawat terbang menyasar Pentagon, gedung Departemen Pertahanan AS. Sementara, satu lagi diyakini menyasar objek vital di Washington, namun pesawat jatuh sebelum sampai ke sasaran.
Seorang pramugari American Airlines penerbangan 11, Betty Ong, disebut-sebut sebagai pahlawan dalam peristiwa itu. Dia disebut berhasil mengidantifikasi lima pembajak dalam pesawat yang dipakai untuk menabrak menara WTC.
Betty Ong berhasil menghubungi staf di darat mealui Airfone di bagian belakang pesawat. Dengan suara lirih dia menjelaskan situasi yang terjadi di dalam burung besi tersebut.
Pramugari berusia 45 tahun itu sebenarnya mulanya tidak bertugas dengan penerbangan 11. Namun, dia meminta shift ekstra sehingga bisa bergabung dengan saudarinya, Cathie, untuk berlibur di Hawaii.
Sebenarnya, pesawat American Airlines penerbangan 11 itu harus terbang menuju Los Angeles setelah lepas landas dari Bandara Logan Boston. Namun pesawat itu berbalik arah setelah dibajak dan menuju ke New York City.
Pesawat itu menabrak Menara Utara WTC pada pukul 8.46 pagi pada 11 September 2001.
Karena panggilan Betty Ong ke staf darat, dunia akhirnya tahu apa yang terjadi dalam penerbangan 11 dan mengidentifikasi teroris yang melakukan serangan itu.
" Kokpit tidak menjawab. Seseorang ditikam di kelas bisnis - dan saya pikir ada gada ... saya pikir kami dibajak," kata Betty Ong dalam komunikasi itu.
Teroris melukai dua pramugari, Karen Martin dan Bobbi Arestegui. Mereka juga dilaporkan menggorok leher penumpang kelas bisnis, Daniel Lewin.
Para pembajak kemudian mendapatkan akses ke kokpit dengan paksa. Mereka juga diyakini membunuh kopilot John Ogonowski dan Thomas McGuinness Jr.
Para pembajak menggunakan gada untuk memaksa penumpang pindah ke bagian belakang pesawat.
Bekat laporan Betty Ong dan pramugari lainnya, Madeline Sweeney, para pembajak diidentifikasi melalui nomor kursi mereka.
Dalam komunikasi itu, Betty Ong berkata, " Doakan kami. Berdoalah untuk kami."
Sumber: Dailystar.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya