Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cahaya Biru Muncul Di Langit Meksiko. (Foto: Foro TV/Mirror.co.uk)
Dream – Ada fenomena langka setelah terjadi gempa hebat di Meksiko pada Kamis 8 September 2021. Terlihat ada cahaya biru di langit usai gempa bermagnitudo 7 terssebut.
Dikutip dari Dailystar, Sabtu 11 September 2021, fenomena alam itu dibagikan oleh warga Acapulco, Meksiko. Unggahan ini diberi tagar #Apocalipsis—kiamat dalam bahasa Spanyol.
Warga setempat khawatir dengan “ ledakan” cahaya biru di langit. Cahaya ini melesat di langit seiring dengan gempa bumi yang menggoyang Meksiko.
Sekadar informasi, gempa berkekuatan 7 magnitudo ini menewaskan satu orang, merusak bangunan-bangunan, dan menyebabkan tanah longsor yang menutupi jalan raya.
Laporan menyebut gempa ini tidak menimbulkan kerusakan yang besar. Tapi, gempa ini bisa dirasakan dengan radius 200 mil di Mexico City selama satu menit.
Sejumlah pakar menyebut fenomena alam itu tidak perlu ditakuti. Fisikawan dari Rutgers University, Troy Shinbrot, mengatakan, fenomena ini aman.
“ Kalau berbahaya, kiamat sudah terjadi seribu tahun yang lalu ketika semburat biru itu ditemukan,” kata Shinbrot.
Ilmuwan lainnya percaya erupsi di langit atau luminositas ini disebabkan oleh gesekan bebatuan di dekat kerak bumi. Kemudian, gesekan ini melepaskan energi ke atmosfer. Kilatan cahaya biru itu diproduksi di dekat permukaan bumi.
Sementara itu, US Geological Survey menyebut cahaya biru itu yang muncul di dekat pusat gempa ini sebenarnya merupakan cahaya gempa atau earthquake light.
Seismolog National Autonomous University, Meksiko, Victor Manuel Cruz Atienza, mengklaim langit semalam dipenuhi aktivitas listrik dari badai hujan. “ Kami tidak bisa mengaitkan fenomena cahaya itu dengan gempa,” kata dia.
Dream – Selain berakhirnya PPKM, tak ada yang lebih diinginkan masyarakat selain memiliki alat yang bisa membuat tubuh kebal dari serangan virus Covid-19. Untuk saat ini masyarakat hanya bisa bergantung dari sebuah masker yang menutupi bagian mulut dan hidung dari kemungkinan paparan Sars-CoV-2.
![]()
Masker sudah terbukti ampuh mengurangi risiko seseorang tertular Covid-19. Masker bisa menghalangi penyebaran melalui droplet ketika berbicara, batuk, atau bersin.
Namun setiap orang masih mungkin tertular virus ini ketika lengah. Masker tidak bisa menjamin 100 persen efektif menangkal Covid-19, bahkan jenis N95. Ini membuat para ahli terus berupaya menciptakan masker yang bisa menetralisasi Covid-19.
Dikutio dari Gizmodo, Selasa 31 Agustus 2021, para pakar di Meksiko mengklaim telah menciptakan masker baru. Dikatakan bahwa masker ini bisa menetralisasi Covid-19.
Masker tersebut menggunakan lapisan nano perak dan tembaga di lapisannya. Kalau virus masuk ke masker atau menempel di lapisannya, masker akan menetralisasi virus.
Para pakar menguji masker itu dengan sampel virus dari pasien Covid-19. Mereka menempatkan virus itu di film perak tembaga yang tersimpan ke dalam Polipropilen.
Dengan viral load yang rendah, virus akan menghilang setelah dua jam. Disebutkan viral load yang tinggi akan membuat proses virus menghilang lebih lama, yaitu delapan jam.
“ Setelah kontak dengan lapisan nano perak-tembaga, membran Sars-CoV-2 pecah dan RNA rusak,” kata peneliti.
Kalau masker ini dibuang sembarangan, para peneliti mengklaim masker akan aman karena tidak terkontaminasi virus Covid-19.
Masker ini belum diproduksi massal sehingga masyarakat belum bisa membelinya di toko. Para peneliti masih meneliti masker itu lebih lanjut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya