Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Temuan Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalis, Institut Teknologi Bandung (TRKK-ITB) membuat gempar Eropa. Sebab, TRKK-ITB berhasil menemukan teknologi yang dapat mengubah sawit jadi bahan bakar non-fosil.
" Mereka panik karena ternyata sawit di Indonesia telah dapat diolah dan diserap sendiri (oleh Pertamina dan ITB)" kata salah satu akademisi TRKK-ITB, IGB Ngurah Makertiharta, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 2 Mei 2019.
Inovasi ini muncul karena melimpahnya sawit di Indonesia. Sementara itu, Eropa telah menolak dan mengurangi pemakaian minyak sawit Indonesia.
Inovasi bahan bakar nabati dari minyak sawit ini sebetulnya telah dilakukan warga Eropa di Singapura. Bahan bakunya, minyak sawit dari Indonesia.
" Kenapa kita tidak lakukan juga?" ucap dia.
Untuk menggaet rencana itu, ITB menargetkan pembangunan pabrik Katalis Merah Putih pada awal 2020. Katalis Merah Putih merupakan bahan untuk mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia.
Ahli Teknologi Reaksi Kimia dan Katalis, Prof Subagjo mengatakan, katalis Merah Putih akan membantu minyak sawit berubah jadi bahan bakar nonfosil dengan kualitas tinggi.
" Tanpa katalis, minyak sawit tidak bisa berubah tetap seperti itu," kata dia.
Subajo mengatakan, rencananya ITB akan bekerja sama dengan PT Pupuk Kujang untuk membangun pabrik katalis ini.
" Sekarang akan mulai direalisasikan, kita bekerja sama dengan Kujang serta lokasinya akan di sekitar pabrik Kujang di daerah Cikampek," kata Subagjo.
Subagjo menyebut, pembangunan pabrik ini menjadi strategi terbaik. Sebab, saat ini, 60 persen katalis sudah tidak dijual secara bebas.
Saat ini produksi Palm Oil (PO) Indonesia berada pada angka 46 juta ton per tahun. Padahal, produksi Palm Kernel Oil (PKO) hanya sebesar 3 juta ton per tahunnya.
Dengan pengembangan katalis Merah Putih dan produksi pengolahan minyak sawit dengan katalis ini menjadi solusi bagi NKRI untuk mengurangi defisit anggaran indonesia dan sebagai substitusi sumber bahan bakar nasional.
Laporan: Liputan6.com/Ayu Lestari Wahyu
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya