Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tuyul.
Dream – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan gencar mensosialisasikan pajak kepada masyarakat. Salah satu media sosialisasi yang ditempuh adalah jejaring sosial.
Ditjen Pajak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya seputar pajak lewat akun Twitternya, @DitjenPajakRI. Tentu saja kesempatan ini digunakan oleh warganet untuk bertanya tentang pajak.
Tapi ada lho, warganet yang bertanya aneh-aneh kepada direktorat ini. Seorang warganet bernama Alvian memberikan pertanyaan nyeleneh.
“ @DitjenPajakRI min, jika seorang pengangguran tetapi dia melakukan pesugihan/miara tuyul sehingga uangnya banyak, apakah dia kena pajak?” tulis Alvian.
Meskipun pertanyaannya nyeleneh, Ditjen Pajak tetap menjawab pertanyaan Alvian.
“ Pagi, Mas. Pertanyaannya ga ada yang lain?” balas Ditjen Pajak.

(ism)
© Dream
Dream - Warganet Indonesia dikenal sebagai peselancar media sosial yang luar biasa humoris. Mau topik seserius apapun, mereka selalu bisa menemukan sisi lucu dari bahasan itu.
Tak jarang tanggapan dari warganet tentang sebuah bahasan menjadi trending topic. Orang Indonesia juga hebat membuat meme lucu, pelesetan kata, editan foto, video unik dan masih banyak lainnya.
Tengok saja kicauan dari akun @DitjenPajakRI. Siapa yang tak ngeri saat mendengar kata pajak. Kepala rasanya langsung pusing. Mending menghindari topik lain. Tapi unggahan mimin akun pajak ini benar-benar nyeleneh.
Mimin akun twitter resmi milik Direktorat Jenderal Pajak itu bertanya ke pengikutnya jika awan kinton milik Son Goku dijual apakah bakal kena pajak? Kicauan itu juga dilengkapi dengan gambar yang tak kalah menggelitik.
" Kira-kira jawabannya apa? Kena Pajak ngga?" kicau akun @DitjenPajakRI
Tak ayal para netizen menanggapinya dengan jawaban yang unik serta kocak. Netizen membalasanya dengan lirik lagu soundtrack pembuka film animasi Dragon Ball yang sangat legendaris.
Nggak hanya itu, ada beberapa akun yang menambahkannya dengan musik dan suara asli lagu tersebut.
Seperti halnya yang diposting oleh akun @thuglife_indon
saya kasih musik pak biar makin lit @DitjenPajakRI pic.twitter.com/wY6PDyH4m0
— Thug Life Indonesia (@thuglife_indon)August 24, 2017
Ada juga versi Melayu yang diposting oleh akun @bngpy
Agar lebih lit namun tetap dengan khasanah budaya yang dijunjung tinggi~ pic.twitter.com/4Ommgp9Wgx
— bngpy (@bngpy)August 24, 2017
Kocak banget kan, haha. warganet Indonesia memang the best deh...
(Twitter.com/@DitjenPajakRI)
© Dream
Dream - Raffi Ahmad mengaku hanya bisa mengelus dada saat namanya disebut sebagai salah satu artis yang menunggak pajak kendaraan mewah. Raffi menegaskan dirinya adalah warga negara yang taat pajak.
Seperti diketahui, petugas dari BPRD DKI Jakarta dan Direktorat Lalu Lintas sempat mendatangi rumah Raffi untuk memberitahukan tentang tunggakan pajak yang totalnya mencapai Rp 74 juta.
" Untuk mobil saya ga ada yang nunggak, jadi kalau misalnya mungkin temen-teman media ada bilang saya nunggak saya cuma bisa ngelus-ngelus dada aja, ya ga papalah, mungkin orang ya....segitunya," ujar Raffi saat di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Agustus 2017.
Menurut Raffi, tak cuma taam membayar pajak mobil, selama ini dirinya juga sudah melaporkan jumlah kekayaannya lewat program amnesti pajak yang dirilis pemerintah beberapa waktu lalu.
Dengan laporan kekayaan tersebut, lanjut Raffi, tak mungkin dirinya menyembunyikan harta apalagi sampai tak membayar pajak kendaraan.
" Sudah dilaporkan semua pasti. Saya (juga laporkan) pajak penghasilan dari (kantor) pajak pusat ikut pajak amnesty," ucapnya.
Tak mau pusing dengan tudingan tak membayar pajak, ayah satu anak ini mempunyai prinsip memiliki mobil ataupun motor mewah yang memang dari hasil jerih payahnya bekerja.
" Yang penting saya punya mobil bagus juga dari hasil jerih sendiri, saya pakai juga tiap hari. Saya nggak merasa gimana-gimana, nggak pernah nggak bayar pajak, saya selalu bayar pajak semua," imbuhnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya