CONNECT WITH US!

Kejanggalan di Balik Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an | Selasa, 13 Februari 2018 15:50
Kapolres Metro Tanggerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Barang-barang milik korban masih ditemukan.

Dream - Kasus pembunuhan ibu dan dua anaknya di Perum Taman Kota Permai 2 Blok B, Priuk, Kota Tangerang, Banten menyisakan teka-teki. Hingga saat ini polisi belum dapat memastikan modus pembunuhan itu apakah terkait perampokan atau bukan.

" Barang-barang korban masih ada, 4 HP kita temukan, mobil, televisi ada," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 13 Februari 2018.

Saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi juga mengamankan baju yang dipakai korban dan senjata tajam yang diduga digunakan untuk membunuh.

Berdasarkan keterangan saksi yang sempat memeriksa rumah korban, ketika itu pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci maupun rusak.

" Kalau (pintu) dibongkar ada indikasi (perampokan). Kalau tidak dibongkar ada indikasi yang dibilang tadi (diduga dibunuh suami siri). Pokoknya Polri tidak ingin menduga-duga," ucap dia.

Harry menuturkan berdasarkan keterangan beberapa saksi, sempat terdengar suara teriakan di dalam rumah korban pada Senin dini hari, 12 Februari 2018. Selain itu, ada saksi yang mendengar suara cekcok yang diduga antara korban dan suami sirinya, Muchtar Efendi alias Pendi yang kondisinya saat ini dalam perawatan.

" Ya silakan saja, kalau saksi kan menyampaikan, nanti kita catat, kita kumpulkan data-data dan fakta-faktanya, nanti kita simpulkan siapa pelakunya," ucap dia.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Emma, 40 tahun, bersama dua anaknya N, 20 tahun dan T, 11 tahun, ditemukan tewas di dalam rumahnya. Mereka ditemukan pada Senin sore dalam keadaan bersimbah darah.

Penemuan jasad ibu dan anak ini bermula dari kecurigaan warga karena tidak ada aktivitas di rumah keluarga itu seharian. 

(Sah)

 

Kasus Viral Bu Dendy dan Nyla Berakhir Damai