CONNECT WITH US!

Dinilai Tak Sesuai Syariat, Bupati Aceh Besar Larang Valentine

Reporter : Maulana Kautsar | Selasa, 13 Februari 2018 13:28
Siswa Menolak Perayaan Valentine
Mawardi Ali memerintahkan Satpol PP dan polisi syariah untuk melakukan penawasan. Melarang hotel, kafe, dan tempat hiburan menyediakan tempat untuk eprayaan Valentine.

Dream - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, mengeluarkan surat larangan perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang pada 14 Februari. Dia menilai perayaan itu bertentangan dengan syariat Islam.

Aturan tersebut tertuang dalam intruksi Bupati Nomor 451/882/2018 tentang Imbauan Larangan Perayaan Hari Valentine Day. Dalam surat itu tertera bahwa Hari Kasih Sayang merupakan " budaya yang bertentangan dengan syariat Islam dan UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh."

Aturan tersebut juga diperkuat dengan Qanun Provinsi Naggroe Aceh Darussalam Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam yang Haram Hukum Dirayakan.

 Surat larangan perayaan Valentin Day Bupati Aceh Besar 2018

Selain larangan merayakan Valentine Day, surat itu juga mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kepada Satpol PP dan Wilayatu Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Besar apabila menemukan pelanggaran.

" Kepada seluruh guru, orang tua, wali agar mengawasi siswa atau anak-anak untuk tidak merayakan Valentine Day," kata Mawardi.

" Kepada para tengku, ustaz, da'i agar menyampaikan tausiahnya menerangkan tentang bahayanya perayaan Valentine Day."

Mawardi juga mengimbau pemilik hotel, restoran, dan kafe untuk tak menyediakan tempat perayaan Valentine Day.

Dalam surat yang ditembuskan ke Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Ketua MPU Aceh besar hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar itu, Mawardi juga memerintahkan Satpol PP dan WH, serta Camat di lingkungan Kabupaten Aceh Besar agar mengawasi kegiatan yang melanggar syariat Islam dan norma adat masyarakat Aceh.

#KapanLagiChallenge - bayu Skak Vs Aliyah Faizah (Part 2)