Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kegigihan Gadis Cilik yang Divonis Hidup Cuma 1 Tahun

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 27 November 2014 09:29
Kegigihan Gadis Cilik yang Divonis Hidup Cuma 1 Tahun
Menurut dokter, Chloe tidak akan bisa bertahan hidup saat melewati hari ulang tahun pertamanya. Namun Chloe ternyata masih bertahan!

Dream - Seorang gadis cilik yang sebelumnya divonis tidak bisa bertahan setelah usia 1 tahun, merayakan ulang tahun yang ke-5.

Gadis bernama Chloe Mah warga Singapura itu didiagnosa menderita penyakit Pompe saat baru berusia 6 bulan. Penyakit Pompe adalah kondisi kelainan genetik yang tidak bisa disembuhkan, yang membuat otot-otot penderitanya menjadi lemah.

Menurut dokter, Chloe tidak akan bisa bertahan hidup saat melewati hari ulang tahun pertamanya. Namun Chloe ternyata masih bertahan dan telah merayakan ulang tahunnt. Bahkan hingga ulang tahun yang ke-5 awal bulan ini.

Ayah Chloe, Kenneth Mah, 44 tahun bahkan rela meninggalkan bisnisnya pada tahun 2011 untuk merawat putrinya.

Kegigihan Gadis Cilik yang Divonis Hidup Cuma 1 Tahun

Kenneth mengakui awalnya sangat tidak mudah. " Saya harus belajar mengoperasikan alat-alat kesehatan dan memenuhi kebutuhannya."

Menurut Kenneth, dia harus memberi makan Chloe setiap tiga jam menggunakan selang yang dimasukkan ke dalam lambungnya.

Kenneth juga harus belajar bagaimana membaca denyut jantung dan tingkat oksigen dalam darah Chloe melalui monitor khusus. Selain itu, dia juga harus menggunakan alat penghisap khusus untuk mengeluarkan kotoran dari tenggorokan putrinya.

Karena Chloe bertambah besar dan kebutuhannya meningkat, Kenneth terpaksa menyewa seorang pembantu untuk merawat putrinya itu.

Karena kondisinya itu, Chloe tidak bisa berbicara dan hanya mengandalkan bahasa isyarat melalui tangan atau geraman.

Chloe juga tidak bisa berjalan sendiri. Jika dia ingin jalan-jalan, keluarga akan mendorongnya menggunakan kursi roda yang dilengkapi alat-alat penunjang hidupnya.

Sebagai bagian dari perawatannya, Chloe menjalani terapi khusus setiap 4 hari sekali untuk menguatkan jantung dan otot-ototnya. Chloe juga menjalani fisioterapi secara teratur dan mengikuti latihan bergerak dan berbicara.

Semua tindakan medis tersebut memaksa Kenneth mengeluarkan dana sekitar SGD$ 250.000 (Rp2,3 miliar) setiap tahun. (Ism)

Beri Komentar