Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bagi Daniel JF, keindahan dan kemurnian Islam selalu membuatnya terkagum-kagum. Pria Inggris ini bersyukur bisa mendapat cahaya Islam di saat usianya yang sudah tidak muda lagi.
Sebelumnya, Daniel lahir dari keluarga yang taat. Namun dia tidak bisa memeluk agama yang tidak bisa memberikan jawaban yang pasti dan mengganjal hatinya.
Daniel hanya ingin merasa dekat dan damai dengan Sang Pencipta. Dan hal itu tidak didapatkan dalam agamanya.
Maka, ketika hati nuraninya menoleh kepada Islam, Daniel merasa lebih baik. Baginya, Islam telah menjadikannya sebagai manusia sebenarnya.
Tidak ada agama yang begitu hebatnya difitnah dan diolok-olok seperti Islam. Namun andai saja mereka itu mempelajarinya secara mendalam, maka inilah agama yang kuat bagi yang lemah, agama yang kaya bagi yang miskin.
Daniel sangat takjub dengan cara-cara Islam memberikan alasan dalam aturannya. Seperti contoh, Islam sangat melarang judi atau semacamnya. Islam juga mengharamkan minuman yang mengandung alkohol dan sesuatu yang bekaitan dengan riba.
Islam sangat mengerti bahwa hal-hal tersebut dapat menyebabkan kesengsaraan dan kesedihan kepada manusia. Jadi, dalam Islam, tak ada sesuatu atau seseorang yang diperbolehkan mengambil keuntungan atas yang lainnya.
Menurut Daniel, dalam Islam, mengaku beriman tapi tidak ada tindakan nyata hanyalah omong kosong. Umat Islam yakin bahwa segala tindakan mereka menjadi tanggung jawab mereka sendiri dan akan dipertanyakan dalam kehidupan ini dan di akhirat.
" Intinya, kita harus memikul 'salib' kita sendiri dan tidak dapat menebus dosa orang lain," kata Daniel.
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia yang dilahirkan dalam keadaan suci, tidak berdosa. Ini mengajarkan bahwa pria dan wanita berasal dari esensi yang sama, memiliki jiwa yang sama, dan telah dilengkapi kemampuan yang sama untuk berpikir, beribadah dan menjaga moral.
Daniel juga mengingatkan bahwa setiap muslim di mana pun adalah saudara bagi yang lainnya. Karena Islam selalu mengajarkan bahwa semua orang di hadapan Allah sama, yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya.
Dan yang sangat dikagumi Daniel dari Islam adalah agama ini selalu membimbing umatnya setiap hari melalui salat lima waktu, tanpa mengenal kondisi dan tempat.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya