Keistimewaan yang Cuma Diberikan Saudi Buat Jemaah Haji RI

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 30 Mei 2018 06:00
Keistimewaan yang Cuma Diberikan Saudi Buat Jemaah Haji RI
Jumlah jemaah haji Malaysia saja jumlahnya lebih sedikit dari petugas haji Indonesia.

Dream - Sebagai penyumbang jemaah haji terbesar di dunia, Indonesia patut berbangga. Meski datang dengan jumlah jemaah terbanyak, 221 ribu orang, muslim Indonesia dikenal sebagai rombongan jemaah haji yang tertib dan sopan.

Direktur Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Khoirizi H Datsir mengatakan, perilaku terpuji jemaah haji itulah yang menjadi pertimbangan Arab Saudi selalu menaikkan kuota haji Indonesia.

" Tahun ini jemaah haji dari Indonesia 221 ribu yang berangkat. Kita patut berbangga dan bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara kita," kata Khoirizi, di Asrama Haji Pondok Gede, Senin 28 Mei 2018.

Jumlah kuota haji yang diterima Indonesia lebih besar dari negara tetangga seperti Malaysia. Khorizi menyebut jemaah haji asal Malaysia yang berangkat hanya 20 ribuan.

" Malaysia itu 20 ribu, petugas hajinya juga banyakan dari kita. Alasannya karena Pemerintah Arab Saudi melihat kemajemukan yang ada di Indonesia," ucap Khoirizi.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Sri Ilham Lubis mengatakan, selain penambahan kuota jemaah haji Indonesia juga akan diperlakukan istimewa setibanya di Tanah Suci.

“ Jemaah haji Indonesia akan diperlakukan istimewa sejak di Bandara Jeddah dan Madinah,” kata Sri Ilham.

Sri menyebut, keistimewaan lainnya yang akan diberikan ke jemaah Indonesia yaitu adanya jalur khusus jemaah haji di bandara kedatangan. Kebijakan Arab Saudi itu dibuat agar jemaah Indonesia tak tercampur dengan jemaah negara lain.

“ Jemaah juga tidak perlu menenteng sendiri koper, tapi langsung diantarkan ke kamar jemaah,” ucap dia.

Berbagai kemudahan di bandara itu terjadi karena diterapkannya proses rekam biometrik di 13 embarkasi Tanah Air. Sebelum kebijakan ini dibuat, jemaah Indonesia akan menghabiskan waktu berjam-jam di bandara kedatangan di Arab Saudi untuk merekam sidik jari, biometrik retina mata, pemeriksaan bagasi dengan sinar-x, serta pemeriksaan kesehatan terkait vaksin meningitis.

“ Hal tersebut tentu melelahkan bagi jemaah yang baru saja turun dari penerbangan berjam-jam,” ujar dia.

Adapun untuk pemondokan jemaah, tahun ini jemaah haji Indonesia akan mendapat lokasi yang dekat dengan dua masjid istimewa, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Untuk pemondokan di Mekkag, jemaah haji Indonesia tersebar di tujuh wilayah yaitu Aziziah, Mahbas Jin, Misfalah, Jarwal, Syisyah, Raudhah, dan Rei Bakhsy.

“ Yang terdekat Rei Bakhsy berjarak 708-1.911 meter, sementara terjauh Aziziah berjarak 2.620-4.398 meter,” kata Sri Ilham.

Sementara itu, untuk lokasi di Madinah pemondokan jemaah berada di wilayah Markaziyah, wilayah dengan radius 650 meter di sekeliling Masjid Nabawi.

“ Sedang selama di Madinah, pondokan jemaah Indonesia seluruhnya berada di Markaziah atau di dalam King Faisal Road,” ucap dia.

(Sah)

 

 

Beri Komentar