Keluarga Mirna Sempat Tak Izinkan Proses Autopsi

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 11 Januari 2016 09:31
Keluarga Mirna Sempat Tak Izinkan Proses Autopsi
Demi menegakkan hukum, akhirnya orang tua Mirna mengizinkan dilakukan proses autopsi terhadap jasad anaknya.

Dream - Kasus meninggalnya wanita muda bernama Mirna Salihin yang tewas usai minum kopi di kafe, di Mall Grand Indonesia, menemui titik terang. Hal ini karena telah dilakukan autopsi terhadap jasad Mirna pada Sabtu, 9 Januari 2016 malam.

" Jadi semalam telah dilakukan autopsi jasad Mirna setelah mendapatkan izin dari orang tua. Saya mencoba menjelaskan bersama Pak Krisna (Dirkrimum Polda Metro Jaya-red)," ujar Kabiddokes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafaq dalam keterangan resminya kepada Dream.co.id, Minggu, 10 Januari 2016.

Musyafaq menjelaskan jasad Mirna dibawa dari RS Dharmais menuju ke RS Polri Kramat Jati sekira pukul 23.50 WIB. Menurut dia, awalnya pihak keluarga sempat tidak mengizinkan autopsi pada jenazah korban.

" Prosesnya berlangsung satu jam. Ini demi yuridis atau penegakan hukum, maka pihak keluarga akhirnya mengizinkan. Autopsi selesai pukul 01.00 WIB," tutur dia.

Pendarahan di Lambung

Berdasarkan hasil autopsi terhadap jasad Mirna tersebut ditemukan adanya pendarahan di lambung. Menurut polisi, pendarahan diakibatkan pada rusaknya jaringan karena adanya zat tertentu.

" Setelah diotopsi didapati pendarahan dalam lambung. Biasanya diakibatkan dari senyawa atau zat korosif yang keras dan pekat sehingga merusak jaringan lambung," ujar Kabiddokes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafaq.

Musyafaq melanjutkan salah satu yang bisa mengakibatkan pendarahan lambung yakni sianida. Namun, dia membatah jika kopi yang dimimun Mirna mengandung senyawa sianida.

" Sianida dan zat lain yang sifatnya asam kuat itu bisa melukai lambung. Kalau kopi saya kira tidak mengandung sianida. Kalaupun mengganggu lambung bisa, itu bagi orang yang punya penyakit maag. Itupun tidak sampai menyebabkan kematian," kata dia menambahkan.

Pihak Biddokes Polda Metro Jaya sudah mengirim sampel lambung, hati, dan empedu korban ke Puslabfor Mabes Polri untuk diteliti.

 

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi