Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kasus meninggalnya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri mendapat perhatian serius dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kasus ini terjadi bukan semata karena tidak tersedianya fasilitas perawatan.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan kematian pasien saat isolasi mandiri meningkat disebabkan keterlambatan penanganan. Selain itu, mereka tidak dipantau secara intensif.
" Kematian yang meningkat ini dapat terjadi akibat keterlambatan penanganan atau perburukan yang tidak dipantau saat isolasi mandiri," ujar Wiku, disiarkan kanal BNPB Indonesia.
Wiku menyatakan Pemerintah menjamin pasien mendapat penanganan sedini mungkin. Selain itu, menjamin tata kelola layanan kesehatan yang baik dan merata.
" Oleh karena itu, kebijakan Pemerintah saat ini untuk mencegah kematian, baik menambah jumlah tenaga kesehatan, distribusi pasien sesuai gejala, konversi tempat tidur, dan membangun rumah sakit darurat.
Langkah tersebut perlu mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat. Wiku pun meminta masyarakat turut terlibat dalam upaya preventif.
" Apabila ada anggota masyarakat merasakan gejala mirip Covid-19, segera pergi ke puskesmas terdekat," terang Wiku.
Jika didiagnosis positif dan merasakan gejala tergolong ringan atau tanpa gejala, masyarakat dapat segera melakukan isolasi mandiri. " Lakukan komunikasi intensif dengan puskesmas setempat untuk pengawasannya," kata Wiku.
Wiku juga mengatakan angka kematian saat ini melonjak cukup tinggi. Menurut dia, ini merupakan imbas dari tingginya kasus yang terkonfirmasi positif.
" Terkait kematian yang tinggi ini berimbas pula dari kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi," ucap dia.
Angka kematian harian di Indonesia sempat bertengger di level tertinggi sepanjang pandemi yaitu 1.040 kasus dalam sehari pada Rabu, 7 Juli 2021.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya