Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Liputan6.com)
Dream - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, Rosaline Rumaseuw, membuat pernyataan yang memantik pro dan kontra. Di tengah perjuangan bersama mengatasi gelombang kedua Covid-19, Rosaline meminta pemerintah membangun rumah sakit khusus pejabat negara.
Rosaline berpikiran pejabat negara wajib mendapat faskes khusus. Mengingat tugas negara yang mereka emban. " Pemerintah lupa bahwa harus menyediakan faskes buat pejabat negara," ujar Rosaline.
Dia mengaku dalam satu dua bulan belakang membantu banyak pejabat negara mencari rumah sakit di Jakarta. Namun, hampir semua rumah sakit tidak bisa melayani.
Rosaline mengatakan para pejabat biasanya akan dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Tetapi dengan terjadinya lonjakan Covid-19, rumah sakit itu tidak bisa lagi memberikan pelayanan sehingga banyak pejabat terlunta-lunta.
" Begitu Corona lahir, Kemenkes harus sudah mulai waspada karena pejabat negaranya harus diistimewakan. Dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya, bagaimana sampai dia datang ke emergency terus terlunta-lunta, saya sedih," kata dia.
Dia juga mengatakan beberapa koleganya sempat mengemis demi mendapatkan layanan rumah sakit. Bahkan ada yang meninggal dunia akibat tidak tertangani.
" Saya punya satu teman Komisi II, tiga hari lalu baru meninggal, saya sempat ngemis-ngemis, saya punya Ketua Fraksi PAN, teman dari Wakil Ketua Komisi IX, saya punya Ketum PAN, semua ngemis-ngemis ke Medistra untuk ada ruangan itu," kata dia.
Dia pun mendesak Pemerintah untuk lebih memperhatikan kesehatan anggota dewan. Caranya dengan membangun RS khusus pejabat.
" Bagaimana caranya harus ada RS khusus buat pejabat negara, segitu banyak orang dewan kok tidak memikirkan masalah kesehatannya," kata dia.
Juru Bicara DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan desakan Rosaline agar Pemerintah menyediakan RS khusus pejabat adalah pendapat pribadi. Dia juga menyatakan Rosaline telah mendapat teguran keras dari DPP PAN.
" DPP PAN telah memberikan teguran kepada dokter Rosaline atas pernyataannya yang bersifat pribadi di acara webinar tentang perlunya rumah sakit khusus pejabat," kata Viva.
Dia menilai pernyataan tersebut tidak tepat diucapkan, apalagi secara emosional. Viva juga menyatakan usulan Rosaline bertentatangan dengan Pasal 28H UUD 1945 yang menyatakan setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
" Tanpa diskriminasi dan sekat stratifikasi sosial, apakat pejabat atau masyarakat, kaya atau miskin, jadi implementasi public services harus adil dan setara," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya