Kemenag Bahas Teknis Umroh dengan Kementerian Haji Saudi Usai Pencabutan Suspend

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 28 November 2021 15:39
Kemenag Bahas Teknis Umroh dengan Kementerian Haji Saudi Usai Pencabutan Suspend
Meski suspend penerbangan langsung dari Indonesia ke Saudi sudah dicabut, jemaah umroh belum bisa terbang.

Dream - Arab Saudi resmi mencabut suspend atau penundaan penerbangan langsung dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Para WNI kini bisa terbang langsung ke Saudi tanpa perlu karantina 14 hari di negara ketiga dan tidak perlu booster vaksin.

Meski demikian, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengatakan pencabutan suspend bukan berarti jemaah umroh Indonesia sudah bisa berangkat. Meski pencabutan tersebut juga berlaku untuk perjalanan umroh.

" Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umroh," ujar Hilman melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Hilman mengatakan masih ada proses persiapan yang harus dilakukan bersama otoritas Saudi. Antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

" Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini (Minggu, 28 November 2021) membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umroh bersama Kementerian Haji dan Umroh Saudi," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Hilman mengungkapkan pihaknya akan menjelaskan kesiapan Indonesia dalam memberangkatkan jemaah umroh. Juga memberikan penjelasan terkait skenario penyelenggaraan umroh di masa pandemi.

Ditjen PHU sendiri telah menyusun skenario tersebut. Cakupannya antara lain one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umroh di masa pandemi, dan beberapa lainnya.

" Dengan Kementerian Haji Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci," terang Hilman.

Lebih lanjut, dia berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati. Dengan begitu, dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah dalam pelaksanaan umroh.

" Semoga jemaah umroh Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci," ucap Hilman.

2 dari 4 halaman

Alhamdulillah, Saudi Izinkan Penerbangan Langsung dari Indonesia per 1 Desember 2021

Dream - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mendapat kabar positif dari otoritas Arab Saudi. Per 1 Desember 2021, Warga Negara Indonesia diizinkan terbang langsung ke Saudi tanpa perlu lagi transit ke negara ketiga dan menjalani karantina 14 hari di sana.

" Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul 01.00 dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari," ujar Gus Yaqut, melalui keterangan tertulis.

Keputusan ini ditetapkan Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Saudi pada tanggal 25 November 2021. Keputusan ini juga menetapkan WNI tidak perlu menggunakan booster.

" Tidak lagi ada persyaratan booster namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama," kata Gus Yaqut.

Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia. Menurut Gus Yaqut, ada beberapa negara yang juga dibolehkan masuk langsung yaitu Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

 

3 dari 4 halaman

Kabar Melegakan Bagi Jemaah Umroh

Saudi menerapkan larangan masuk bagi pendatang dari sejumlah negara per Februari 2021, yang kemudian diperbarui pada akhir Agustus 2021. Selama masa larangan tersebut, penerbangan dari Indonesia dibolehkan namun khusus bagi mereka yang termasuk mukimin atau ekspatriat dan mengantongi izin tinggal di Saudi.

" Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umroh Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021," kata Gus Yaqut.

Dia juga berharap pintu umroh dapat segera dibuka. Sehingga jemaah Indonesia dapat segera mengobati kerinduannya pada Tanah Suci.

" Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi," kata dia.

 

4 dari 4 halaman

Selalu Sampaikan Kesiapan Indonesia

Gus Yaqut menyampaikan apresiasi atas respons cepat otoritas Saudi atas sejumlah pembahasan yang sudah dijalin dalam beberapa hari ini. Baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdul Latif bin Abdulaziz, Gubernur Mekah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umroh Saudi H.E Tawfiq F Ar Rabiah.

" Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umroh di masa pandemi," kata dia.

" Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umroh Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya," kata Gus Yaqut menambahi. 

Beri Komentar