Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan bahwa program penceramah bersertifikat bukan untuk sertifikasi profesi. Program itu untuk peningkatan kapasitas penceramah.
" Penceramah bersertifikat ini bukan sertifikasi profesi, seperti sertifikasi dosen dan guru. Kalau guru dan dosen itu sertifikasi profesi sehingga jika mereka sudah tersertifikasi maka harus dibayar sesuai standar yang ditetapkan," ujar Kamaruddin dalam keterangant tertulis yang diterima Dream.
Penceramah bersertifikat, kata Kamaruddin, merupakan kegiatan biasa laiknya penyuluh. Setiap kali ada kegiatan, maka penceramah akan mendapatkan sertifikat.
" Kalau penceramah bersertifikat, ini sebenarnya kegiatan biasa saja untuk meningkatkan kapasitas penceramah. Setelah mengikuti kegiatan, diberi sertifikat," kata dia.
Program ini, kata Kamaruddin, dijalankan seperti program peningkatan kapasitas penyuluh agama dan penghulu oleh Dirjen Bimas Islam. Data Bimas Islam mencatat saat ini ada 50 ribu tenaga penyuluh agama dan 10 ribu penghulu yang secara bertahap ditingkatkan kapasitasnya di bidang literasi tentang zakat, wakaf, moderasi beragama.
" Jadi ini sertifikasi biasa yang tidak berkonsekuensi apa-apa. Jadi bukan sertifikasi profesi sehingga ini tidak berkonsekuensi wajib atau tidak. Bukan berarti yang tidak bersertifikat tidak boleh berceramah, atau yang boleh berceramah hanya yang bersertifikat. Sama sekali tidak begitu," ucap dia.
Menurut Kamaruddin, sertifikasi sebatas memberikan afirmasi kepada para penceramah. Diharapkan melalui program ini, wawasan penceramah tentang agama dan ideologi bangsa dapat meluas.
" Jadi ini bukan sertifikasi, tapi penceramah bersertifikat," ujar dia.
Program penceramah bersertifikat juga berlaku untuk semua agama. Namun demikian, sifatnya tidak wajib dan mengikat.
Dalam pelaksanaannya, Kemenag akan bertindak selaku koordinator serta menjalin kerja sama dengan lembaga lain, seperti Lemhanas, BNPT, BPIP, ormas, serta majelis agama. Setiap lembaga negara dilibatkan berdasarkan otoritasnya masing-masing.
Seperti Lemhanas memiliki otoritas menjelaskan dan memberi penguatan wawasan penceramah tentang ketahanan negara, BPIP akan memperkaya perspektif tentang Pancasila sebagai dasar negara, sementara BNPT menjelaskan dinamika yang terjadi di kancah global maupun nasional tentang potensi destruktif terhadap perkembangan agama di Indonesia.
" Untuk Bimas Islam, target tahun ini 8.200 penceramah. Kemenag mengajak MUI bisa ikut memberikan materi," kata Kamaruddin.
Dream - Kementerian Agama segera menggulirkan program sertifikasi bagi penceramah. Program ini dijalankan dengan keterlibatan sejumlah pihak, seperti organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga negara.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengatakan, sebagai target awal, sebanyak 8.200 penceramah dapat mengikuti program ini. Sedangkan pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif dengan Kemenag sebagai koordinator dan fasilitator.
" Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhanas, BPIP, dan BNPT," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulis diterima Dream.
" Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya," lanjut dia.
Untuk pemilihan narasumber, Kamaruddin menyatakan peran serta ormas dibutuhkan. Tujuan dari program ini untuk pengarusutamaan moderasi beragama.
" Inti program ini adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya