Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
PM Israel Benjamin Netanyahu (thedailybeast.com)
Dream - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, harus menempuh penerbangan lebih dari 11 jam dari Singapura menuju Sydney, Australia, pada Selasa lalu. Pesawat yang membawanya ke negeri Kanguru dilarang melintasi wilayah udara Indonesia.
Menurut Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agoes Soebagio, pesawat Netanyahu tidak memiliki izin melintas.
" Pesawat internasional itu sebelum melintas harus memiliki izin melintas yang dikenal dengan Flight Approval Clearance," ujar Agoes kepada Dream, Kamis 23 Februari 2017.
Agoes mengatakan, izin tersebut terdiri dari Diplomatic Clearance yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri, Security Clearance oleh Kementerian Pertahanan, dan izin perlintasan udara dari Kementerian Perhubungan. Izin harus diajukan jauh-jauh hari sebelum penerbangan
Perizinan ini berlaku di semua negara. Sementara pengurusannya bisa melalui Kedutaan Besar Perwakilan masing-masing negara. " Dia tidak memiliki itu (Diplomatic Clearance dan Security Clearance)," kata Agoes.
Dia menambahkan, Kemenhub telah melakukan penyelidikan terkait hal ini. Hasilnya, pesawat yang dioperasikan maskapai El Al tersebut memang tidak memiliki izin melintas.
" Kalau ditanya kenapa dua izin itu tidak terbit, silakan tanya ke Kemlu dan Kemhan. Itu bukan otoritas kami," ujar Agoes.
Sebelumnya, pesawat Netanyahu harus menempuh jarak memutar dari Singapura ke Sidney, melewati Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini. Hasilnya, penerbangan yang normalnya dapat ditempuh selama 8 jam menjadi lebih lama tiga jam. Baca selengkapnya: PM Istael Dilarang Melintasi Udara Indonesia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya