6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Gus Miftah Dan Didi Kempot (Instagram @gusmiftah)
Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah cukup terpukul dengan kepergian Didi Kempot. Dia pun mengunggah ucapan bela sungkawa atas meninggalnya sang maestro campur sari tersebut.
Dalam unggahan tersebut, Gus Miftah mengungkapkan satu keinginan dari Didi Kempot yaitu mengaji lagi ke pondok pesantren. Ungkapan tersebut sangat mengharukan.
" Mas, jenengan janji to mau ngaji ke pondok lagi," tulis Gus Miftah dengan emoji menangis.
Gus Miftah memajang video kenangan saat bersama Didi Kempot memeriahkan resepsi pernikahan Gus Alamudin. Ketika itu, mereka berdua sempat membuat slogan Sobat Ambyar vs Santri Ambyar.
Didi Kempot diketahui sempat membisikkan keinginannya mengaji lagi di pesantren asuhan Gus Miftah.
Menurut pengakuan Gus Miftah, penyanyi bernama asli Dionisius Prasetyo bersama istri dan kru musiknya memang kerap mengaji di pondok pesantrennya sebelum seterkenal saat ini.
Gus Miftah juga mengingat betul ketika sang Maestro musik Indonesia tersebut meminta didoakan agar sukses dalam berkarir.
" Mbok kulo didoangakke (tolong saya didoakan) supaya bisa viral toh, Gus," tulis Gus Miftah mengenang pembicaraannya dengan Didi Kempot.
Gus Miftah mengaku sedih atas meninggalnya Didi Kempot. Tetapi, dia harus ikhlas dan akan tetap mendoakannya.
" Hari ini kamu berpulang, mas. Aku nyesekni (saya menjadi saksi), mas. Jenengan orang baik. Hatiku ambyar, mas. Tapi aku kudu ikhlas. Selamat jalan, sahabatku. Alfatihah," tulisnya.
Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa 5 Mei 2020 pagi. Penyanyi yang kerap disebut The Godfather of Broken Heart tersebut menghembuskan nafas terakhirnya ketika tiba di Instalasi Gawat Darurat RS Kasih Ibu, Surakarta karena serangan jantung.
Didi Kempot dimakamkan di Ngawi, Jawa Timur. Pusaranya berada dekat dengan makam kakak sekaligus anggota Srimulat, almarhum Mamiek Prakoso.
Lihat postingan ini di Instagram
Dream – Penyanyi campursari legendaris Indonesia, Didi Kempot telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa pagi 5 Mei 2020.
Di tengah wabah virus corona, Didi Kempot masih aktif berkarya. Terakhir merilis lagu berjudul ‘Ojo Mudik’.
Tak disangka, lagu baru yang dirilis di akun youtube Didi Kempot Official Channel pada 28 April lalu itu menjadi lagu terakhir karyanya.
Bahkan lagu baru yang menjadi lagu terakhir Didi Kempot itu dalam prosesnya menggandeng sejumlah pejabat, seperti Wali Kota Solo dan Kapolresta Solo.
Bagaimana fakta dibalik lagu ‘Ojo Mudik’ ciptaan Didi Kempot itu? Berikut rangkumannya melansir merdeka.com.

Lagu ‘Ojo Mudik’ dalam proses pembuatannya, Didi Kempot menggandeng wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk terlibat dalam lagunya.
Hal ini tentu sangat mengejutkan, karena Rudy secara terang-terangan menceritakan proses kolaborasinya dengan Didi Kempot.
Wali kota Solo tersebut berkata, “ Iya, saya ikut nyanyi beberapa bagian. Enggak perlu menghafalkan (lirik lagu), wong saya sendiri itu juga suka music. Saya diajak mas Didi Kempot, diminta ikut membantunya,” ucapnya, dilansir dari liputan6.com.
Menurutnya lirik lagu ‘Ojo Mudik’ ini sangat sederhana sekali sehingga mudah diingat dan akrab di telinga masyarakat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
