Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto
Dream - Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesa masih terus bertambah. Data 24 jam terakhir hingga pukul 12.00 WIB hari ini, Selasa, 5 Mei 2020, tercatat sudah ada 12.071 orang yang terpapar virus corona atau bertambah 484 orang.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah pasien positif itu diperoleh dari 121.547 spesimen yang telah diperiksa sebanyak 88.924 orang.
" Hasil pemeriksaan kita dapatkan kasus konfirmasi positif bertambah 484 orang sehingga totalnya menjadi 12.071 orang," ujar Yurianto.
Kasus pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga mengalami peningkatan. Total akumulasinya mencapai 2.187, dengan penambahan kasus sembuh selama 24 jam terakhir sebanyak 243 orang.
" Kemudian kasus positif yang meninggal bertambah 8 orang sehingga menjadi 872 orang," kata Yurianto.
Angka pasien sembuh didapat dari seluruh provinsi. Sementara itu, ada lima provinsi dengan angka sembuh tertinggi.
" Pasien sembuh 2.197 orang dari keseluruhan provinsi. DKI Jakarta 704 sembuh. Sulawesi Selatan 228, Jawa Timur 180, Jawa Barat 167 dan Bali 160 orang," ucap Yurianto.
Untuk data Orang Dalam Pemantauan, akumulasinya mencapai 239.226 orang. Dari angka tersebut, hampir 200 ribu orang telah dinyatakan sehat.
" Kemudian Pasien Dalam Pengawasan 26.408 orang dari seluruh Indonesia," kata Yurianto.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, merilis data terkini mengenai progres penanganan kasus virus corona di Indonesia. Sejauh ini tim gugus tugas telah memeriksa 116.861 spesimen dari 81.061 orang yang diperiksa per Senin, 4 Mei 2020 pukul 12.00 WIB.
" Kasus positif terkonfirmasi bertambah 395 orang sehingga menjadi 11.587 orang," kata Yurianto di Jakarta.
Kasus pasien sembuh juga bertambah sebanyak 78 orang. Sehingga, akumulasi angka kesembuhan pasien Covid-19 menjadi 1.954 orang.
Sedangkan kasus kematian bertambah 19 orang selama 24 jam terakhir. Dengan demikian, angka kematian pasien Covid-19 secara keseluruhan menadi 864 orang.
" Pasien ODP akumulasi 238.178. Dari data ini kemungkinan besar yang sudah selesai pemantauan sekitar hampir 200 ribu," kata dia.
Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan mencapai 24.020 orang. " Ini keseluruhan sedang proses konfirmasi laboratorium dengan menggunakan PCR.
Sebaran pasien sembuh, ucap Yurianto, terbesar berada di DKI Jakarta mencapai 632 orang. Kemudian Sulawesi Selatan 199 orang, Jawa Timur 178 orang, Jawa Barat 159 orang, dan Bali 159 orang.
" Dari total keseluruhannya menjadi 1.954 orang," kata Yurianto.
Yurianto juga menjelaskan saat ini telah ada 1.500 cartridge dari sebanyak 172 ribu target pengadaan tahap pertama. Cartridge tersebut akan digunakan pada mesin Tes Cepat Molekuler TBC resisten obat.
" Ini sudah kita distribusikan untuk memperpendek waktu tunggu pemeriksaan spesimen," kata Yurianto.
Beberapa daerah yang akan mendapatkan cartridge tersebut antara lain Sukabumi, Banyumas, Kediri, Lumajang, Palangkaraya, Balikpapan, Kendari, Sumbawa, Mimika, Merauke, Yapen, Sorong, Ternate, Tarakan dan Nunukan.
" Sehingga diharapkan di kota-kota tersebut bisa melakukan pemeriksaan sendiri," kata dia.
Dream - Jumlah kasus positif infeksi virus corona telah melampaui angka 10 ribu. Tetapi, jumlah pasien sembuh juga menunjukkan peningkatan.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan saat ini sudah ada 112.965 spesimen yang telah diperiksa. Spesimen tersebut diambil dari 83.012 orang.
" Konfirmasi positif bertambah 349 sehingga menjadi 11.192 orang," kata Yurianto.
Angka kasus positif yang telah sembuh juga menunjukkan peningkatan. Bahkan telah mendekati angka 2.000.
" Konfirmasi positif sembuh bertambah 211 orang sehingga menjadi 1.876 orang," ucap Yurianto.
Kasus kematian pun mengalami peningkatan. Tetapi, jumlahnya tidak terlalu besar.
" Kasus konfirmasi positf yang meninggal bertambah 14 orang sehingga menjadi 845 orang," terang dia.
Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini telah mencapai 236.369 orang. Sebagian besar pemantauannya dinyatakan sudah selesai.
" PDP sebanyak 23.130 orang," kata dia.
Lebih lanjut, Yurianto mengatakan sejumlah lembaga dan perguruan tinggi telah membuat kalkulasi matematis mengenai gambaran perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dalam beberapa bulan ke depan. Yurianto menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas upaya tersebut.
" Optimisme untuk meredakan Covid-19 di Juni-Juli 2020 adalah tantangan kita bersama karena kuncinya ada di kita semua, ada di disiplin kita semua untuk tetap patuh di rumah, patuh tidak bepergian, patuh tidak mudik, patuh mencuci tangan dengan air mengalir, patuh selalu menggunakan masker," kata dia.
Dream – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan terdapat penambahan jumlah pasien pasien positif corona sebanyak 292 orang. Dengan demikian total pasien positif Corona di Indonesia telah menyentuh angka 10.843 orang.
Data yang terhimpun hingga hari ini, Sabtu, 2 Mei 2020 hingga pukul 12 siang juga mencatat jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh bertambah 74 orang menjadi 1665 orang.
Sementara jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia tercatata telah mencapai 831 orang dengan penambahan 31 orang dalam 24 jam terakhir.
" Pastikan kita tidak tertular tetap tinggal di rumah. Karena inilah yang akan menentukan keberhasilan kita dan menentukan besaran beban rawatan rumah sakit," kata Yurianto dalam keterangan pers di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2020.
Menurut Yuri, laporan tersebut diperoleh dari pemeriksaan terhadap 107.403 specimen dari sekitar 79.868 orang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya