Mobil Dokter Tirta Dibobol Maling, Laptop dan Dokumen Covid-19 Raib

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 5 Mei 2020 15:01
Mobil Dokter Tirta Dibobol Maling, Laptop dan Dokumen Covid-19 Raib
Peristiwa ini terjadi pada Senin malam.

Dream - Dokter Tirta Mandira Hudi atau yang akrab disapa dr. Tirta menjadi korban pencurian. Kaca mobilnya dipecahkan pencuri dan laptop di dalam kendaraannya itu digondol maling. Kejadian tersebut sudah dilaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Insiden itu terjadi pada Senin malam, 4 Mei 2020. Tirta mengatakan laptop yang dicuri tersebut berisi data-data seputar Covid-19.

" Kejahatan ada karena ada kesempatan. Baru mampir minimarket, ealah balik2 gini. Kaca mobil saya dipecah, alhamdulillah nyawa masih aman! Stay safe!" kata Dokter Tirta yang dikutip dalam akun resmi Instagramnya @dr.tirta, Jakarta, Selasa 5 Mei 2020.

Insiden mengerikan tersebut terjadi di Jalan Artowijoyo, Kencana Loka, Blok B nomor 29 BSD City, Serpong, Tangerang Selatan. Sejumlah barang di dalam mobil yang raib seperti satu unit laptop, satu tas, dan beberapa dokumen terkait perkembangan Covid-19.

" Tim saya kehilangan 1 laptop dan beberapa dokumen. Salah satunya hasil uji APD LOKAL. Wkakaakak jingak. Apa untungnya cuk nyolong berkas cuuuk," tulis dokter Tirta kembali.

 

 Mobil dr Tirta© Dream.co.id

Instagram @dr.tirta

1 dari 5 halaman

Minta Tak Disangkutkan dengan Teori Konspirasi

Tirta masih merasa bersyukur karena bisa selamat dalam insiden tersebut. Dia berharap insiden tersebut tak disangkutpautkan dengan konspirasi.

" YANG PENTING SAYA BERSYUKUR NYAWA SELAMAT, GA DITEMBAK , ALHAMDULILLAH !," ujarnya.

" Btw: kejahatan ya kejahatan, jangan disangkutpautin konspirasi yoww, intinya kemalingan hahaha. Yg penting saya masih idup hehe. Kami tetap dan akan menjadi relawan. Beware guys :)," tulis dokter Tirta.

Sementara, Kapolsek Serpong AKP Supriyanto membenarkan kejadian itu, pihak Kepolisian juga tengah berusaha menyelidiki kasus kejahatan pecah kaca tersebut.

" Benar, tapi oleh Polda Metro Jaya yang menanganinya," kata Supriyanto.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Kisah Pertobatan Dokter Tirta: Dibesarkan Orangtua Beda Agama hingga Tato

Dream - Di antara Sahabat Dream mungkin belum banyak yang tahu tentang sosok dokter Tirta Mandira Hudhi. Namanya mulai muncul di publik seiring dengan merebaknya wabah virus corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Dengan kapasitasnya sebagai dokter, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu kerap mengedukasi masyarakat tentang Covid-19 melalui media sosial Instagram, Twitter, dan YouTube.

Tidak hanya itu, dokter nyentrik ini juga membantu pendistribusian sumbangan influencer ke rumah sakit di Indonesia untuk melawan Covid-19.

Sosok Tirta memang dikenal tegas dan tak segan mengkritik pemerintah. Tapi siapa sangka, pria yang juga pengusaha sepatu itu punya kisah hidup yang cukup menarik.

3 dari 5 halaman

Lahir dari Orangtua Beda Agama

Melalui kanal YouTube Rico Huang yang tayang 13 Februari 2020, Tirta mengaku lahir dari orangtua yang berbeda keyakinan.

" Gue tuh SD, SMP, SMA di Solo dan gua itu SD, SMP swasta. Gue itu dilahirkan dari keluarga karyawan dan nyokap bokap itu beda agama," kata Tirta.

Tidak itu saja, selama di bangku sekolah, identitas agama Tirta di kartu keluarga hanya berisi tanda strip.

" SD, SMP, SMA, agama gue di kartu keluarga itu 'strip'," tambah bos Shoes and Care itu.

4 dari 5 halaman

Memutuskan Jadi Mualaf Saat Kuliah

Sejak kecil, Tirta telah belajar tentang beberapa agama. Namun, di kampusnya, Tirta mulai belajar banyak hal.

Bahkan, saat kuliah di Fakultas Kedokteran di UGM, Tirta memutuskan untuk menjadi mualaf.

" Di UGM itu gue memutuskan mualaf, memeluk agama Islam dan di situ gue belajar toleransi," ujar Tirta.

Menurut Tirta, di UGM seperti miniatur camp Indonesia. Dari situ dia belajar mengenal teman, komunikasi, dan toleransi.

5 dari 5 halaman

Muslim Kenapa Pakai Tato?

Sementara itu, melalui postingan Instagram tanggal 7 April 2020, Tirta menceritakan tentang tato di lengan kirinya dan kisah pertobannya.

Dia sering mendapat pertanyaan dari netizen terkait tato di lengan kirinya. Menurut Tirta, tato dibuat karena iseng. Saat itu dia belum mualaf.

" 'Dok kenapa tattoo an' ye namanya dulu iseng. Lalu tibalah saya tobat," kata Tirta dalam postingannya itu.

Tirta kemudian menceritakan bagaimana dirinya yang bertato itu jadi pusat perhatian setiap kali masuk masjid.

Orang-orang sering bertanya dan memandang dengan sinis dari atas sampai bawah. Tapi saat itu Tirta mengaku tidak peduli.

Beri Komentar