Kenangan Puan Maharani Saat Peresmian Monumen Fatmawati

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Februari 2020 06:12
Kenangan Puan Maharani Saat Peresmian Monumen Fatmawati
Dia berharap generasi muda dapat menjaga jahitan kebangsaan Indonesia.

Dream - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengenang kembali kisah kepahlawanan sang nenek, Fatmawati Soekarno saat peresmian Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu, Bengkulu, Rabu, 5 Februari 2020.

" Beliau adalah penjahit bendera pusaka sang saka Merah Putih," kata Puan.

Puan bercerita, nama Fatmawati terhubung dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia karena menjahit bendera pusaka Merah Putih. Selain menjadi ibu negara Republik Indonesia pertama, Fatmawati juga melahirkan sosok presiden perempuan pertama Indonesia.

" Ibu dari Presiden Republik Indonesia perempuan yang pertama, Ibu Megawati Soekarnoputri… dan nenek saya, Ketua DPR-RI perempuan yang pertama," ujar dia.

Puan bercerita, patung Fatmawati tersebut diinisasi pada Desember 2017. Kementerian  Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, terlibat pembangunan monumen Fatmawati Soekarno.

" Hingga akhirnya pada tanggal 12 November 2019 yang lalu patung Ibu Fatmawati sudah diletakkan di Simpang Lima Kota Bengkulu," ucap dia.

Puan berharap, agar Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj Fatmawati Soekarno menjadi pengingat untuk menjaga jahitan kebangsaan Indonesia.

" Kita jaga apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan, para pendiri bangsa, yang ingin Indonesia merdeka, Indonesia yang bersatu dalam keragaman, Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata dia.

1 dari 4 halaman

Resmikan Monumen Fatmawati, Jokowi: Ibunya Rakyat Indonesia

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan patung Fatmawati, istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Kota Bengkulu, Bengkulu.

Jokowi mengatakan, Fatmawati merupakan salah satu tokoh pahlawan bangsa yang sangat berjasa kepada bangsa dan negara.

" Ibu Fatmawati bukan hanya ibunya warga Bengkulu, tapi juga ibunya seluruh rakyat Indonesia. Beliau selamanya akan dikenang karena visi dan pandangan beliau yang jauh ke depan," kata Jokowi, Rabu, 5 Februari 2020.

Jokowi mengatakan, salah satu jasa besar Fatmawati yaitu jahitan tangan bendera pusaka Merah Putih.

”Sebagai Ibu Negara Republik Indonesia yang pertama, Ibu Fatmawati selalu setia mendukung perjuangan Presiden Soekarno, selalu memberikan keteladanan tentang pentingnya pengorbanan, dan selalu menekankan pentingnya menjaga semangat, menjaga mimpi di tengah keterbatasan-keterbatasan yang ada,” ujar dia.

Monumen ini, kata Jokowi, menjadi penanda bukti hormat atas perjuangan Fatmawati. Dia meminta semua anak bangsa dan generasi penerus meneladani sikap kenegarawanan Fatmawati.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa monumen yang sangat indah ini merupakan karya salah satu maestro patung Indonesia, Nyoman Nuarta. Dia menambahkan bahwa Nyoman Nuarta merupakan perupa asal Bali yang mempersembahkan karyanya untuk masyarakat Bengkulu dan juga masyarakat Indonesia.

Di akhir sambutan, Presiden menitipkan kepada seluruh masyarakat Bengkulu untuk menjaga dengan baik monumen, merawat agar tidak rusak dan tidak lekang oleh waktu.

”Sama seperti semangat Ibu Fatmawati yang tidak pernah luntur sampai kapanpun,” ujar dia.

2 dari 4 halaman

Semangat Fatmawati Dikenang Mega di Hari Ibu

Dream - Dalam momen peringatan hari ibu, Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada kaum Hawa untuk tidak menganggap dirinya lebih lemah dibanding laki-laki.

" Ibu-ibu jangan berfikir kita ada dibelakang laki-laki. Tidak benar konstitusi mengatakan itu," ujar Megawati dikutip dari Liputan6.com, Minggu 22 Desember 2019.

Megawati mengatakan, konstitusi negara juga telah mengatur dan tidak membedakan kemampuan laki-laki dan perempuan.

" Artinya, negara itu sudah memberikan kepada perempuan Indonesia derajat yang sama," ucap dia.

Dalam peringatan hari ibu itu, Megawati juga mengenang sosok Fatmawati. Ibundanya merupakan penjahit bendera sang saka merah putih. Menurutnya, Fatmawati merupakan sosok perempuan yang tangguh dan rela berkorban demi Tanah Air.

" Jangan lupa Fatmawati, perempuan yang pemberani yang mau membuat bendera kita yang saat itu masih dijajah," kata dia.

Dengan perjuangan yang dilakukan Fatmawati, kata dia, Indonesia memiliki bendera yang terus berkibar hingga hari ini.

" Waktu itu mencari kain putih sangat mudah, tapi merah sangat sulit bendera merah putih. Itu yang sekarang menjadi bendera resmi. Juga banyak kaum perempuan Indonesia yang lupa," ucap dia. (mut)

(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

3 dari 4 halaman

Heboh Gaji Megawati Lebih Tinggi daripada Jokowi

Dream – Belakangan ini, ramai diberitakan gaji Megawati Soekarnoputri lebih besar daripada gaji Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pendapatan yang dikantongi oleh Megawati hampir dua kali lipat daripada pendapatan Jokowi sebagai pemimpin Indonesia.

Benarkah?

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dikatakan bahwa gaji seorang ketua Dewan Pengarah BPIP sebesar Rp112,54 juta. Posisi ini dijabat oleh presiden kelima Indonesia.

Malah gaji ini lebih tinggi daripada gaji Jokowi yang sebesar Rp62,74 juta.

Sementara itu, anggota Dewan Pengarah BPIP mendapatkan gaji sebesar Rp100,81 juta. Ada delapan anggota BPIP, yaitu Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

Lagi-lagi, gaji kedelapan anggota dewan ini juga lebih tinggi daripada gaji Jokowi.

Lalu, gaji kepala BPIP yang dijabat Yudi Latif sebesar Rp76,5 juta dan wakilnya mendapatkan Rp63,75 juta. Bagaimana dengan posisi deputi dan staf khusus BPIP? Masing-masing posisi ini mendapatkan gaji sebesar Rp51 juta dan Rp36,5 juta. Selain gaji, pegawai BPIP juga mendapatkan sejumlah fasilitas dari negara berupa biaya perjalanan dinas.

Sekadar informasi, BPIP merupakan badan baru jelmaan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). Badan ini disahkan Jokowi melalui Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2018 yang diteken pada 28 Februari 2018 dan bertugas untuk merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, serta pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“ Badan Pembianaan Ideologi Pancasila (BPIP) adalah lembaga yang berada di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden, yang dipimpin Dewan Pengarah, Kepala, dan Wakil Kepala,” bunyi Pasal 1 ayat (1,2) Perpres No. 7 Tahun 2018.

(Sumber: Liputan6.com/Putu Merta Surya PutraLiputan6.com/Nurmayantisetneg.go.id)

4 dari 4 halaman

Temui Megawati, Gibran Diminta Baca Buku Soal Bung Karno

Dream - Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), bertandang ke kediaman Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Kamis, 24 Oktober 2019. Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti keinginan Gibran maju sebagai calon Wali Kota Surakarta.

Dilaporkan Merdeka.com, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan, Megawati meminta Gibran untuk membaca sejumlah buku mengenai Bung Karno.

" Ibu menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh anggota PDIP. Bahkan ibu juga menyampaikan bacaan wajib seperti buku Indonesia Menggugat, Mencapai Indonesia Merdeka, Lahirnya Pancasila dan Membangun Tatanan Dunia yang Baru," kata Hasto di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain empat buku wajib tersebut, Gibran juga diminta memahami buku AD/ART PDIP. Untuk itu, kata Hasto, pertemuan tersebut menjadi semacam kursus politik langsung bagi Gibran yang baru terjun ke dunia politik menyusul ayahnya.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyampaikan terima kasih kepada Megawati dan jajaran PDIP karena berhasil memenangkan Jokowi pada Pemilu 2019.

" Beliau (Gibran) tadi mengucapkan terima kasih kepada ibu Megawati Soekarnoputri, atas dukungan yang diberikan ibu Mega dan seluruh jajaran PDIP sehingga pak Jokowi dapat dimenangkan oleh dukungan rakyat Indonesia," ujar dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Hari Ariyanti)

Beri Komentar