Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nicholas Muchami, Pahlawan Dari Kaganda, Kenya (Odditycentral.com)
Dream - Masyarakat Desa Kaganda, 80 Kilometer jauhnya dari Nairobi, Kenya sudah lama berharap dibuatkan jalan oleh pemerintah. Sayangnya, dari waktu ke waktu, harapan itu hanya jadi mimpi belaka.
Jengah menunggu, salah satu pria asal desa itu, Nicholas Muchami, 45 tahun, membuat keputusan ekstrem. Dia masuk hutan dan membuat jalan lebar untuk kampungnya sejauh 2 kilometer.
Dikutip dari Oddity Central, sebelumnya, masyarakat sudah meminta pemerintah untuk membangunkan jalan yang memudahkan mereka pergi ke pasar terdekat. Selama ini, masyarakat harus berjalan kaki sejauh 4 Km untuk berdagang ke pasar.
Lokasi jalan yang memudahkan telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Sayangnya, pelaksanaan pembangunan jalan selalu ditunda tanpa alasan yang jelas.
Muchami pun memutuskan menggali sendiri tanah di lokasi yang telah disepakati. Dia membuat jalan hanya mengandalkan peralatan seadanya seperti cangkul, gancu dan sekop.
Pria yang berprofesi sebagai tenaga keamanan di malam hari ini membuat jalan itu sendirian. Dia bekerja sukarela dan tanpa lelah menggali tanah setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00 waktu setempat.
Selama enam hari bekerja, dia telah menyelesaikan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang cukup dilewati satu mobil. Meski masih ada setengah kilometer yang harus diselesaikan, prestasi Muchami jadi pemberitaan utama sejumlah media internasional.
" Saya sudah putus asa meminta kepada pemerintah setempat untuk membangunkan jalan," kata Muchami.
Permintaan Muchami dan sebagian besar tetangganya tampak hanya jadi hal yang sia-sia.
" Saat itulah saya memutuskan membangun jalan dengan peralatan pertanian saya demi para wanita dan anak-anak agar bisa menghemat waktu," ucap dia.
Untuk sementara waktu, Muchami menghentikan kegiatannya membangun jalan dan kembali bekerja untuk mencari nafkah.
Meski begitu, dia sudah berniat untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum tergarap.
Meski belum sepenuhnya selesai, jalan yang dibuat Muchami sudah dilewati. Para pelajar kerap lewat jalan itu untuk perfi ke Sekolah Dasar Kaganda dan Sekolah Menengah Kaganda, juga banyak penduduk lainnya.
Kerennya, Muchami membuat jalan itu sendirian. Tidak ada satupun warga yang membantu lantaran mereka tidak mau melakukan pekerjaan secara gratis.
Bahkan, banyak orang lewat bertanya kepada Muchami apakah pria itu dibayar. Jawaban yang diberikan Muchami adalah, 'Tidak."
Banyak penduduk Kaganda merasakan manfaat dari jalan tersebut. Seperti dituturkan oleh seorang wanita lansia asal Kaganda, Josephine Wairimu, 65 tahun.
" Kami berutang banyak padanya. Sebenarnya saya sudah meminta orang-orang untuk menyumbang makanan ketika dia bekerja membuat jalan," kata Wairimu.
Wairimu bersyukur telah ada jalan baru yang dibuat Muchami. Wanita itu bisa kembali pergi ke tempat ibadah setelah dua tahun lamanya dia tidak pernah lagi ke sana.
" Sejak dua tahun saya berhenti (pergi ke rumah ibadah) karena kondisi jalan yang buruk. Saya sudah lemah," ucap Wairimu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya