Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pemerintah Lambat, Pria Ini Bikin Jalan Sendiri di Kampung

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 April 2019 15:03
Pemerintah Lambat, Pria Ini Bikin Jalan Sendiri di Kampung
Jalan buatannya memberikan banyak manfaat bagi para tetangganya.

Dream - Masyarakat Desa Kaganda, 80 Kilometer jauhnya dari Nairobi, Kenya sudah lama berharap dibuatkan jalan oleh pemerintah. Sayangnya, dari waktu ke waktu, harapan itu hanya jadi mimpi belaka.

Jengah menunggu, salah satu pria asal desa itu, Nicholas Muchami, 45 tahun, membuat keputusan ekstrem. Dia masuk hutan dan membuat jalan lebar untuk kampungnya sejauh 2 kilometer.

Dikutip dari Oddity Central, sebelumnya, masyarakat sudah meminta pemerintah untuk membangunkan jalan yang memudahkan mereka pergi ke pasar terdekat. Selama ini, masyarakat harus berjalan kaki sejauh 4 Km untuk berdagang ke pasar.

Lokasi jalan yang memudahkan telah ditentukan oleh pemerintah setempat. Sayangnya, pelaksanaan pembangunan jalan selalu ditunda tanpa alasan yang jelas.

Muchami pun memutuskan menggali sendiri tanah di lokasi yang telah disepakati. Dia membuat jalan hanya mengandalkan peralatan seadanya seperti cangkul, gancu dan sekop.

 

1 dari 3 halaman

Kerja 10 Jam Sehari Selama 6 Hari

Pria yang berprofesi sebagai tenaga keamanan di malam hari ini membuat jalan itu sendirian. Dia bekerja sukarela dan tanpa lelah menggali tanah setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00 waktu setempat.

Selama enam hari bekerja, dia telah menyelesaikan jalan sepanjang 1,5 kilometer yang cukup dilewati satu mobil. Meski masih ada setengah kilometer yang harus diselesaikan, prestasi Muchami jadi pemberitaan utama sejumlah media internasional.

" Saya sudah putus asa meminta kepada pemerintah setempat untuk membangunkan jalan," kata Muchami.

Permintaan Muchami dan sebagian besar tetangganya tampak hanya jadi hal yang sia-sia.

" Saat itulah saya memutuskan membangun jalan dengan peralatan pertanian saya demi para wanita dan anak-anak agar bisa menghemat waktu," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Sendirian, Tak Ada yang Membantu

Untuk sementara waktu, Muchami menghentikan kegiatannya membangun jalan dan kembali bekerja untuk mencari nafkah.

Meski begitu, dia sudah berniat untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum tergarap.

Meski belum sepenuhnya selesai, jalan yang dibuat Muchami sudah dilewati. Para pelajar kerap lewat jalan itu untuk perfi ke Sekolah Dasar Kaganda dan Sekolah Menengah Kaganda, juga banyak penduduk lainnya.

Kerennya, Muchami membuat jalan itu sendirian. Tidak ada satupun warga yang membantu lantaran mereka tidak mau melakukan pekerjaan secara gratis.

Bahkan, banyak orang lewat bertanya kepada Muchami apakah pria itu dibayar. Jawaban yang diberikan Muchami adalah, 'Tidak."

3 dari 3 halaman

Banyak yang Berterima Kasih

Banyak penduduk Kaganda merasakan manfaat dari jalan tersebut. Seperti dituturkan oleh seorang wanita lansia asal Kaganda, Josephine Wairimu, 65 tahun.

" Kami berutang banyak padanya. Sebenarnya saya sudah meminta orang-orang untuk menyumbang makanan ketika dia bekerja membuat jalan," kata Wairimu.

Wairimu bersyukur telah ada jalan baru yang dibuat Muchami. Wanita itu bisa kembali pergi ke tempat ibadah setelah dua tahun lamanya dia tidak pernah lagi ke sana.

" Sejak dua tahun saya berhenti (pergi ke rumah ibadah) karena kondisi jalan yang buruk. Saya sudah lemah," ucap Wairimu. (ism)

Beri Komentar