Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Seorang gadis dipaksa orangtuanya untuk tes keperawanan oleh orangtuanya sendiri setelah ketahuan memiliki kekasih.
Sophia Safaraei, 18 tahun, dipaksa pergi ke dokter oleh orangtunya, Ali Safaraei, 56 tahun, dan Mitra Eidiani, 42 tahun. Gadis itu bahkan diancam ayahnya dengan pisau karena dituduh berzina.
Tetapi sang dokter, Helen Lucas, menolak memeriksa Sophia. Meski didesak oleh Ali dan Mitra, Helen tetap tidak mau hingga berujung ke pengadilan.
Dalam persidangan, dokter Helen mengatakan Mitra membawa Sophia kepadanya untuk uji keperawanan. Helen menolaknya karena alasan usia.
" Sophia menyatakan tidak mau disentuh siapapun. Saya menjelaskan padanya tidak akan menyentuhnya tanpa seizinnya dan saya tidak akan memeriksa kecuali dia mau," kata Helen, dikutip dari Mirror, Jumat 21 Agustus 2018.
Helen kemudian mengatakan Mitra tidak senang dengan keputusannya. Wanita itu mengatakan Helen tidak mengerti budayanya, lalu memanggil suaminya yang menunggu di luar.
" Dia memberitahu saya suaminya sangat keras, tidak seperti dirinya yang liberal, dan akan memaksa saya melakukan tes keperawanan," kata Helen.
Beberapa saat kemudian, Ali masuk. Dia dan Mitra terus berusaha memaksa Helen untuk mengetes putri mereka.
" Saya tegaskan kembali posisi hukum. Saya tidak bisa memeriksa Sophia tanpa seizinnya dan mereka sebagai orangtua tidak memiliki otoritas atas gadis itu dan saya untuk menuntut dijalankannya pemeriksaan," tegas Helen.
Ali sempat mengancam akan melaporkan Helen ke polisi. Dia pun balik bertanya kepada Ali pidana apa yang sudah dia lakukan.
" Mitra terus memaksa agar Sophia diperiksa. Dia tidak memberikan kebebasan kepada Sophia atas dirinya sendiri," ucap Helen.
Sophia, kata Helen, menangis tersedu-sedu. Gadis itu meminta orangtuanya tenang untuk beberapa saat.
Helen sempat terlibat perbincangan secara pribadi dengan Sophia tanpa kedua orangtuanya. Sophia pun menceritakan kepadanya apa yang sebenarnya terjadi.
" Dia mengatakan orangtuanya telah mengambil ponselnya dan akan mengantar jemput dia ke sekolah, dan dia terpaksa berhenti bekerja paruh waktu, sehingga tidak punya kesempatan untuk bertemu kekasihnya," kata Helen.
Juri kemudian mendengar keterangan Sophia kepada polisi yang dibacakan di persidangan. Kepada polisi, Sophia mengaku berasal dari keluarga Muslim yang sangat ketat.
" Itu lebih kepada cara mereka dibesarkan daripada saya. Lebih banyak budaya daripada ajaran agama," demikian keterangan Sophia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya