Dream - Peredaran vaksin palsu terdeteksi menyebar di 14 rumah sakit swasta di Jabodetabek. Menanggapi temuan itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya masih menelusuri keterlibatan dokter di 14 rumah sakit swasta tersebut.
" Penegakan hukum akan dilakukan pada pihak yang terlibat bersalah. Termasuk dokter kalau memang terlibat," kata Tito usai silaturahim di Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Senin, 18 Juli 2016.
Tito mengatakan keterlibatan dokter dalam menggunakan vaksin palsu masih perlu dipertanyakan ulang. Sebab, sebelum obat atau vaksin sampai di tangan dokter, ada pihak manajemen dan staf yang menyiapkan.
" Di rumah sakit itu ada yang menyiapkan obat, dokter itu yang menggunakan. Jadi dokter belum tentu tahu itu palsu atau tidak," ucap dia.
Meski begitu, Tito mengatakan akan menelusuri jejak vaksin palsu tersebut. Aparat kepolisian ingin mengetahui akar peredaran vaksin palsu tersebut.
" Kewajiban kami penelusuran. Kami akan menelusuri jalurnya sampai di mana," ucap dia menambahkan.
Lebih lanjut, Tito meminta masyarakat menempuh jalur hukum apabila merasa menjadi korban dari kasus peredaran vaksin palsu ini. Dia juga mengimbau masyarakat menghindari langkah-langkah main hakim sendiri.
" Kalau komplain silakan ke manajemen. Tapi jangan gunakan cara-cara inkonstitusional. Jangan anarkis. Kalau anarkis, kami akan tindak. Gunakan jalur hukum kalau mau menggugat," kata dia.
Mengenai potensi kerusuhan di rumah sakit, Tito telah meminta personil kepolisian untuk terlibat penjagaan keamanan.
" Saya sudah perintahkan Kapolda-kapolda dan Bareskrim Polri kalau ada rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin palsu jangan dulu diumumkan ke publik. Kami akan berikan warning kepada kepolisian wilayah untuk mengamankan itu," ucap dia.
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara

Penelitian Ungkap Mengapa Otak dengan ADHD Mungkin Lebih Kreatif?

Anak Laki-Laki dan Perempuan Harus Diasuh Berbeda? Ini Penjelasan Psikologi Anak