Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie, turut mengomentari daftar 200 mubalig yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama. Menurut dia, ulama Indonesia tidak bisa dikelompokkan dengan tujuan kontrol politik.
" Kultur masyarakat sunni Indonesia itu enggak bisa dikelompokkan, struktur ulama-ulama tidak ada hierarkinya, tidak ada strukturnya. Begitu juga masjid-masjid, dia mengumat, dari pada bernegara," kata Jimly di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin 21 Mei 2018.
Jimly mengatakan, seandainya pemerintah perlu menengok sejak. Pada masa Hindia Belanda, pemerintah kolonial ingin mengontrol para ulama. Tetapi, hasilnya gagal.
Meski begitu, kata dia, jikalau tujuannya pendataan dan bukan kontrol, hal itu sah-sah saja dilakukan oleh pemerintah.
" Kalau maksudnya fungsi kontrol itu biarin aja enggak akan ada faedahnya, tapi pendataan dalam upaya database loh penting sekali supaya kekuatan dakwah tercatat berapa jumlah ulama, berapa lulusan S2, S3 itu perlu pendataan," kata dia.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menuturkan jika tujuannya hanya untuk database, sebaiknya Kemenag tidak perlu diumumkan ke publik.
" Cuma, kalau database enggak usah pakai diumumkan, jadi memang ada blunder sedikit. Saya rasa dengan ribut gini (diharapkan) ada perbaikan," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, menyebut daftar mubalig ini bukan ditujukan untuk kepentingan politik.
" Tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, maka tentu kami hanya akan masukkan yang pengikutnya besar saja," ujar dia. Baca selengkapnya di sini.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya