Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Kemenag)
Dream - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, meminta maaf kepada para pendakwah yang masuk dalam daftar 200 mubalig dengan kriteria kebangsaan dan agama.
" Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada di rilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," ucap Lukman, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin 21 Mei 2018.
Lukman membantah daftar 200 mubalig itu bermotif politik. Sebab, daftar itu disusun berdasar usulan pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lain-lain.
Lukman menyebut seandainya ada mubalig dengan jutaan penonton di Youtube belum terdaftar, itu murni karena belum ada usulan.
" Tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, maka tentu kami hanya akan masukkan yang pengikutnya besar saja," ujar dia.
Daftar itu, kata Lukman, hanya bersifat rekomendasi. Sebab, banyak masyarakat yang bertanya dan meminta masukan mengenai mubalig yang direkomendasikan.
" Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standarisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," ucap dia.
Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Lukman menyebut daftar itu sebetulnya bersifat dinamis. Kemenag akan membuka masukan nama-nama mubalig dari masyarkat.
" Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," kata dia.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?