Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ketum MUI Ma'ruf Amin Memberi Sambutan Dalam Acara Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Ke-6 (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin, mengajak umat Islam untuk bersama menjaga khittah atau garis besar perjuangan Bangsa Indonesia. Dalam pandangan Ma'ruf, khittah kebangsaan merupakan hasil final dari permufakatan para pendiri bangsa.
" Materi tentang masalah prinsip kebangsaan (masail asasiyah wathaniyah) yang akan dibahas dalam Ijtima Ulama merupakan salah satu perwujudan dari tanggungjawab tersebut," kata Ma'ruf saat pembukaan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ke-6, dikutip Dream dari laman kemenag.go.id, Selasa, 8 Mei 2019.
Ma'ruf mengatakan topik bela negara perlu dibahas dalam forum Ijtima' Ulama Komisi Fatwa. Sebab, ada kecemasan ulama terhadap kelangsungan eksistensi bangsa Indonesia di masa mendatang akibat mulai terkikisnya nilai cinta Tanah Air.
" Umat Islam merasa terpanggil untuk berada di garda terdepan menjaga eksistensi negara bangsa," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga menyinggung politisasi agama yang saat ini sedang diakrabi masyarakat. Ma'ruf menilai politisasi agama merupakan respon atas kurang tepatnya pemahaman pihak tertentu atas hakikat agama dan politik serta relasi keduanya.
Dalam Islam, tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Sehingga, kata Ma'ruf, kurang tepat jika ada pihak-pihak yang menginginkan pemisahan tegas di antara politik dan Islam.
" Namun Islam juga mewajibkan adanya keadaban dan kesopansantunan (al-akhlak al-karimah) dalam setiap proses politik. Sehingga, tidak tepat pula menjadikan agama sebagai kedok untuk membungkus kepentingan politik tanpa mengindahkan ketentuan agama," ujar dia.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?