Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Peran petani di era modern ini kerap tersisih. Lahan-lahan tempat mereka bertani telah banyak beralih fungsi menjadi rumah dan gedung tinggi.
Gelisah dengan kondisi tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan petani harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan organisasi masyarakat. Sebab, menurut dia, petani adalah pondasi dalam bergeraknya laju perekonomian nasional.
" Mereka adalah pondasi bagi ekonomi kita. Kalau dilihat dari sisi mental, mereka ulet dan rajin. Jadi, mereka adalah warga yang tangguh dan bekerja keras yang harus kita banggakan sebagai Islam Nusantara," ucap Said usai membuka rapat kerja nasional Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdatul Ulama (LPPNU), di Hotel Acacia, Jakarta.
Bahkan, Said menyebut para petani itu merupakan orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Dia mencontohkan, bagaimana petani dengan kerendahan hatinya selalu berdoa kepada Tuhan mengharap agar tanaman yang ditanamnya tumbuh baik.
" Mereka bukan orang yang tamak. Lihat seusai bertani mereka selalu berkomunikasi dengan Tuhan," ucap dia.
Menurut Said, padi yang ditanam petani menjadi simbolisasi penting dalam lambang ketakwaan. Bahkan, mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, Said mengatakan, potensi beribadah dan beramal dalam kegiatan bertani sangat besar.
" Dalam sebuah hadits dikatakan, barang siapa menanam padi, bahkan sebelum dimakan manusia, dimakan oleh burung itu menjadi shadaqah jariyah, sedekah yang terus mengalir," ucap dia.
Untuk itu, dia berharap, LPPNU dapat menjadi motor untuk menggerakkan peran petani yang masih hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. Bahkan dia ingin lembaga yang berada di bawah naungan PBNU itu akan memberi dampak signifikan bagi petani.
" Bukan petani yang kaya namun petani yang mempunyai lahan terbatas yang harus kita proritaskan. LPPNU harus berpihakan pada rakyat yang selama ini lahannya diambil oleh korporasi besar," kata dia tegas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya