Hukum Gosok Gigi Setelah Zuhur Saat Puasa

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 17 Juni 2016 13:01
Hukum Gosok Gigi Setelah Zuhur Saat Puasa
Para ulama bersepakat menggosok gigi dan berkumur makruh dikerjakan. Jika ingin menggosok gigi saat berpuasa, hendaklah diatur waktunya.

Dream - Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari ibadah. Hal itu mencegah orang lain terganggu bau akibat gigi dan mulut yang kurang bersih.

Islam mengajarkan manusia untuk selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara bersiwak atau menggosok gigi. Dulu, bersiwak dilakukan dengan menggosokkan kayu siwak ke gigi, yang sekarang berganti menggunakan sikat dan pasta gigi.

Saat puasa, tentu bau mulut akan menjadi tidak sedap dan dapat mengganggu orang lain. Tetapi, bagaimana hukumnya menggosok gigi saat berpuasa?

Para ulama bersepakat menghukum tindakan menggosok gigi dan berkumur saat puasa sebagai perbuatan makruh. Artinya, perbuatan itu boleh dikerjakan, tetapi akan jauh lebih jika dihindari.

Sebabnya, ada kekhawatiran benda seperti air masuk ke dalam tenggorokan. Jika itu terjadi, maka puasa menjadi batal.

Dikutip dari nu.or.id, perlu diatur waktu untuk menggosok gigi dan berkumur saat bulan puasa. Ini mengutip pendapat Syeikh Muhammad Nawawi Al Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain.

" Hal yang makruh dalam puasa ada tiga belas. Salah satunya bersiwak setelah zhuhur." tulis Al Bantani.

Menggosok gigi dan berkumur termasuk makruh karena menyalahi keutamaan puasa, yaitu mendiamkan mulut dan bau kurang sedap. Ini lantaran bau tersebut lebih baik.

Sementara Al Habib Abdullah bin Husein bin Thahir dalam kitab Is‘adur Rafiq wa Bughyatut Tashdiq memiliki pendapat serupa.

" Bagi orang berpuasa, makruh bersiwak setelah zuhur berdasarkan hadits, 'Perubahan aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari Kiamat daripada wangi minyak misik'," tulis Habib Abdullah.

(Ism, Sumber: nu.or.id)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya