Mencecap Rasa Masakan Membatalkan Puasa?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 16 Juni 2016 14:02
Mencecap Rasa Masakan Membatalkan Puasa?
Batalkah puasa juru masak karena mencecap untuk memastikan rasa masakan?

Dream - Sebelum disajikan, masakan tentu harus dicecap. Ini untuk memastikan apakah rasa masakan itu sudah pas atau belum.

Rasa yang pas tentu akan menimbulkan selera. Menimbulkan selera tentu bukan perkara mudah. Butuh cecapan untuk memastikan apakah ramuan bumbu itu sudah tercampur merata sehingga menimbulkan kelezatan.

Tetapi, ada sedikit masalah di seputar pencecapan rasa makanan ini. Bagaimana jika si pencecap rasa tengah berpuasa? Jika dia harus mencecap masakan, apakah puasanya akan batal?

Dikutip dari nu.or.id, seorang juru masak diperbolehkan mencecap masakan meski dalam keadaan berpuasa. Hukum Islam tidak melarang orang mencecap masakan dan puasanya tidak batal.

Syekh Abdullah bin Hijazi Asy Syarqawi dalam karyanya Hasyiyatusy Syarqawi ‘ala Tuhfatith Thullab memiliki pendapat mengenai persoalan ini.

" Di antara sejumlah makruh dalam berpuasa ialah mencicipi makanan karena dikhawatirkan akan mengantarkannya sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankan makanan itu ke teggorokan lantaran begitu dominannya syahwat. Posisi makruhnya itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mencecap makanan itu. Berbeda lagi bunyi hukum untuk tukang masak baik pria maupun wanita, dan orangtua yang berkepentingan mengobati buah hatinya yang masih kecil. Bagi mereka ini, mengecap masakan tidaklah makruh. Demikian Az-Zayadi menerangkan."

Dengan demikian, mereka yang mencecap masakan dalam keadaan puasa diperbolehkan. Asalkan si pencecap tidak terlalu lama menyimpan cecapannya di mulut karena dikhawatirkan dapat masuk ke tenggorokan.

Untuk mengetahui penjelasan ini lebih lengkap, silakan buka pada tautan ini. (Ism) 

Selama Ramadan ini, Dream membuka kesempatan bagi pembaca yang ingin bertanya seputar Islam. Jika Anda punya pertanyaan, silakan klik di sini. (Ism) 

Beri Komentar