Kiriman 1,4 Ton Rendang Untuk Korban Pengungsi Tsunami

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Minggu, 30 Desember 2018 16:54
Kiriman 1,4 Ton Rendang Untuk Korban Pengungsi Tsunami
Rendang yang tahan lama dianggap cocok diberikan kepada para pengungsi.

Dream - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, memberikan bantuan sebanyak 1,4 ton rendang untuk para pengungsi korban tsunami Banten di Anyer dan Lampung.

Rendang tersebut dibagi menjadi dua. Sebanyak 600 kilogram untuk Provinsi Lampung dan 800 kilogram untuk Provinsi Banten.

Nasrul mengatakan, bantuan rendang diberikan untuk pengungsi yang menetap di Kantor Gubernur Lampung dan Kalianda, Lampung Selatan.

" Rendang ini kita serahkan untuk membantu para pengungsi yang ada di Kantor Gubernur Lampung dan di Lampung Selatan. Total semuanya 600 kg," paparnya seperti dilansir dari Liputan.com.

Menurut Nasrul, rendang merupakan makanan khas Sumatera Barat yang tahan lama. Sehingga cocok diberikan kepada para pengungsi sebagai bahan pangan bergizi.

Selain rendang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga memberikan bantuan berupa uang tunai.

" Kita akan berikan bantuan uang tunai kepada para pengungsi yang ada di Provinsi Lampung, khususnya korban yang terkena dampak paling parah. Sedangkan untuk tenaga medis akan dikirimkan bila sangat diperlukan," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Bikin Haru, Polisi Peluk dan Hibur Bocah Korban Tsunami Banten

Dream - Amukan tsunami yang menerjang Tanjung Lesung, Banten, pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu meninggalkan sederet kisah pilu.

Hal ini juga dirasakan oleh bocah laki-laki bernama Adit. Tangisnya pecah ketika mendengar kabar kematian keluarganya.

Adit berhasil lolos dari terjangan tsunami lantaran sedang berada di Lampung. Saat itu, dia mengikuti kompetisi sepak bola Timnas U-13.

Kehilangan orangtua tentu membuat Adit merasakan kepiluan yang sangat. Dia bahkan tidak tahu harus bagaimana lagi menjalani hidup tanpa orangtuanya.

Di tengah kesedihan itu, seorang polisi berusaha menghibur Adit. Polisi itu berusaha menenangkan bocah yang tengah dilanda duka mendalam tersebut.

Kisah Adit menjadi viral setelah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video di akun Instagram.

Melalui videonya, tampak seorang anggota Polri yang sedang menghibur Adit. Kala itu, Adit masih memakai baju Timnas Indonesia dan memeluk polisi dengan erat.

Polisi menghampiri Adit lantaran melihat si kecil yang sedang melamun. Ia memberi semangat dan menyuruh Adit untuk tidak berhenti mendoakan orangtua serta kedua adiknya.

Ia bahkan menjanjikan Adit untuk bertemu di kemudian hari.

"Panggilnya papi aja ya. Papi kan di Karah, nanti kalau Adit ke Karah, Adit telepon. Kalau papi memang lagi enggak tugas nanti bisa temuin Adit, ya," ujarnya.

Adit dengan sangat polos mengiyakan petuah sang polisi. Ia seakan tidak ingin lepas dari pelukan polisi.

Aksi polisi sukses membuat haru warganet. Banyak dari mereka yang mendoakan Adit agar sukses menjadi anggota Timnas.

"Nggak sanggup nahan air mataaaa smoga terwujud cita2 kamu dek Adit...," ujar akun @sheta_yuliana.

"Kita berdoa semoga adik kita, ananda kita adit menjadi pemain bola yang sukses dan terbaik sesuai dgn cita-cita nya... Aamiin YRA," akun @hbullah22 menimpali.

      View this post on Instagram

Pak Polisi menghibur Adit seorang anak yang kehilangan orangtuanya terkena tsunami Selat Sunda. Ketika keluarganya tersapu tsunami Adit sedang diluar kota ikut kompetisi sepak bola U-13 di Lampung. Cita-cita Adit ingin menjadi bintang sepakbola agar Indonesia juara di piala dunia. #sepakbolaindonesia #pssibisaapa #tsunamibanten #tsunamiselatsunda

A post shared by Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) on

2 dari 2 halaman

Ifan Seventeen Pertanyakan Kinerja BMKG Deteksi Tsunami

Dream - Ifan Seventeen terpaksa kehilangan orang-orang terdekatnya akibat amukan tsunami di Tanjung Lesung, Anyer, Serang, Banten pada Sabtu 22 Desember 2018 lalu. Meski sudah ikhlas, terbersit tanda tanya pada diri Ifan terkait kinerja Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Ifan merasa janggal dengan pernyataan BMKG yang sempat menyatakan gelombang di Anyer bukanlah tsunami. Padahal, banyak dokumentasi yang merekam kejadian dan menyatakan sebaliknya.

" Sebenarnya ada yang masih penasaran di aku, ini terkait masalah BMKG. Jadi aku ingat setelah kejadian Ade Jigo ngirim video, upload kalau itu tsunami, kembaranku juga instastory kalau itu tsunami soalnya hp-nya selamat, ini berarti bencana tsunaminya jelas terjadi," katanya seperti dilansir dari Liputan6.com.

Menurut Ifan, sangat disayangkan BMKG gagal mendeteksi tsunami sejak dini. Alhasil, ratusan korban pun berjatuhan.

" Aku enggak mencari kambing hitam atas kesedihanku, aku cukup dewasa, aku enggak mencoba menyalahkan atas musibah yang bencana, maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?" tutur Ifan dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta.

Informasi tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian dianggapnya tidak berguna lantaran sudah terlambat.

" Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless (tak berguna). Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga enggak ngerti lagi," sambungnya.

Lebih lanjut, Ifan berharap agar BMKG dapat memperbaiki kinerja. Ini agar tidak lagi timbul korban di kemudian hari akibat bencana.

" Seventeen itu manggung acara BUMN, which is itu badan milik negara. Masak PLN yang ngundang sendiri aja itu nggak dapat peringatan apa pun itu. Jadi yang dia bilang ada peringatan bla bla bla apapun itu kalau aku sih bullshit (omong kosong)," ia meluapkan emosinya.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik