Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggota TNI Polri Tergabung Dalam Satgas Madago Raya (Foto: Merdeka.com)
Dream - Pengejaran enam buronan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, terus berlanjut. Kali ini tiga jenderal dari TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya memimpin langsung operasi pencarian DPO tersebut.
Tiga jenderal tersebut yakni Irjen Abdul Rakhman Baso yang juga Kapolda Sulteng, Danrem 132 Tadulako Brigjen Farid Makruf, dan Kepala Operasi (Kaops) Satgas Madago Raya Brigjen Reza Arief Dewanto.
" Kapolda Sulteng, Danrem 132 Tadulako dan Kaops Madago Raya setelah memberikan arahan kepada personil Satgas Madago Raya langsung turun ke lapangan dengan menunggangi motor trail," ujar Wakasatgas Humas Ops Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono

Usai memberikan arahan, ketiga jenderal mengendarai motor trail berpatroli menyisir beberapa perkampungan di Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS).
Ketiganya menyempatkan diri berinteraksi dengan warga dalam rangka mengumpulkan informasi untuk mencari keberadaan enam orang sisa DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora.
Mereka juga beristiraht di Pos Sekat Kelapa Dalam Desa Pantangolemba, Kecamatan PPS, Kabupaten Poso untuk bermalam.
" Kedatangan Kapolda Sulteng di setiap pos sebagai upaya untuk memberikan dorongan moril agar anggota tetap semangat dalam bertugas. Bekerja tanpa pamrih untuk merah putih, pesan tersebut yang selalu disampaikan kepada pasukan yang bertugas," kata Bronto.

Awalnya, Tim Tricakti yang dipimpin Lettu Inf David Manurung dari satuan Kopassus menyusup ke lokasi persembunyian dan camp teroris. Mereka mengandalkan unit kecil kekuatan lima orang melewati medan sulit hingga hutan lebat.
Tim akhirnya mengendus jejak yang ditinggalkan kelompok MIT sampai dengan titik aman melakukan penyergapan.
" Tim Tricakti berhasil mendekati camp kelompok teroris MIT secara senyap dan penuh kerahasiaan, bahkan seluruh anggota Tim harus merayap ke sasaran sejauh 500 meter sejak pukul 22.00 WITA, tadi malam sampai dengan penyergapan pukul 03.00 WITA," tutur Panglima Koopsgabssus Tricakti, Mayjen Richard Tampubolon, dalam keterangannya, Minggu 11 Agustus 2021.
Setelah yakin target yang diintai merupakan anggota MIT, tim langsung membuka tembakan demi melumpuhkan anggota kelompok MIT tersebut.
" Dalam peristiwa penyergapan pagi ini, ada sekitar lima orang kelompok teroris MIT sedang beristirahat, dengan tewasnya dua orang tersebut (Rukli dan Ahmad Panjang) diduga ada juga yang melarikan diri," jelas dia.

Menurut informasi terakhir, tim masih kesulitan mencari para teroris yang kabur ke hutan. Hal ini lantaran cuaca buruk berkabut serta medan dengan vegetasi lebat.
" Saat ini juga sedang menunggu evakuasi udara oleh Pilot Tempur Helly Caracal TNI AU, namun hingga saat ini evakuasi masih terhalang cuaca yang berkabut di lapangan serta medan dengan vegetasi lebat dan tertutup sehingga menyulitkan proses evakuasi," cerita Richard.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya